Ketua Tim Pemenangan Capres Dapat Tingkatkan Elektabilitas Partai

Jakarta, Obsessionnews.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menyatakan, posisi ketua tim sukses Joko Widodo-Ma'ruf Amin dipercaya dapat meningkatkan elektabilitas partai. Sebab, posisi itu akan menyebabkan coattail effect atau efek langsung yang bermanfaat positif bagi partai. "Kita bicara coattail effect itu adanya dari Pak Jokowi, sejauh mana tim kampanye nasional memberi itu kepada partai tertentu," kata Lodewijk di media center tim sukses Jokowi-Ma'ruf di Menteng, Jakarta, Rabu (15/8/2018). Menurut Lodewijk, ketua tim sukses nantinya kerap tampil di media dan itu secara tak langsung merepresentasikan eksistensi partai. "Saya pikir itu tidak besar, walau ada. Karena kalau bicara coattail effect larinya ke Pak Jokowi," ujarnya. Ia menambahkan, saat ini koalisi pengusung dan pendukung Jokowi-Ma'ruf yang terdiri dari sembilan partai telah menyerahkan sepenuhnya sosok ketua tim sukses kepada Jokowi dan Ma'ruf. "Bapak Jokowi sendiri yang akan menentukan siapa tim kampanye nasional yang akan ditunjuk. Intinya kan bagaimana tim kampanye nasional ini mengoordinir sebelas direktorat yang ada, itu saja," ucap Lodewijk. Nama Kalla Terdaftar di KPU Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan, nama Kalla sudah didaftarkan sebagai ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Sudah dimasukkan ke KPU, beliau (JK) sebagai ketua tim kampanye nasional. Jadi kalau belum ada perubahan masih Pak JK," ujar Airlangga di Kantor DPP Golkar, Selasa (13/8). Nama Kalla didaftarkan ke KPU bersamaan dengan susunan tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf. Mulai dari nama wakil ketua, hingga nama sekretaris tim kampanye nasional. Posisi wakil ketua ditempati oleh lima sekjen parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf. Mereka yakni Lodewijk Freidrich dari Partai Golkar, Abdul Kadir Karding dari PKB, Asrul Sani dari PPP, Johnny G Plate dari Partai Nasdem, dan Herry Lontung dari Partai Hanura. Sementara itu, sekretaris tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf diduduki oleh Hasto Kristiyanto dari PDI-P. Adapun bendahara yakni politisi Partai Golkar, Agus Gumiwang. Kalla Tolak Jadi Ketua Tim Pemenangan Namun Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengungkapan, bahwa Kalla menolak untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. "Pak Jokowi itu mintanya (agar JK jadi) ketua tim sukses, tapi setelah berbicara dengan Bu Mega dan lain-lain, Pak JK memberitahukan bahwa secara teknis susah pemerintah siapa yang jalankan?" ujar Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/8). Sofjan menilai, bila seorang wapres ikut masuk di tim pemenangan kampanye 2019, maka sama saja dua pimpinan negara, presiden dan wakil presiden, ikut turun langsung di Pilpres. Sedangkan pemerintahan harus tetap berjalan dan perlu ada yang mengendalikan secara langsung. Oleh karena itu, Kalla memilih ingin fokus sebagai wapres dan menolak tawaran jadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. "Jadi Pak JK ingin konsentrasi ke pemerintahan dulu, ya terutama pelaksanakan rencana dari semua rencana Pak Jokowi itu dan Pak JK ini. Mengenai ekonomi terutama," kata dia. Meski begitu, Sofjan mengatakan, Kalla tetap mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Kalla setuju menjadi ketua dewan penasehat tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut Sofjan, posisi sebagai ketua dewan penasehat cocok untuk Kalla. Sebab Kalla dinilai berpengalaman menjadi koordinator di Pemilu. "Beliau saya rasa sudah jadi dan sudah bersedia untuk itu (jadi ketua dewan penasehat). Sekarang kan musti dibicarakan yang satu minta ini yang satu minta itu, Pak JK bilang nanti ini akan diputuskan Pak Jokowi," ucap dia. Hingga saat ini, tim pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin belum mengumumkan nama ketua tim kampanye nasionalnya. (Poy)





























