Tiga Pesan Jokowi Untuk Pramuka di Ulang Tahun ke-57

Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Pramuka ke-57 sebagai pembina upacara di Lapangan Gajahmada, Taman Rekreasi Wiladatika (TRW), Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (14/8/2018). Jokowi bersyukur selalu diberi kesempatan hadir dalam upacara peringatan Hari Pramuka setiap tahun di Cibubur. Kepada 2.000 peserta dan tamu undangan yang hadir, Jokowi mengatakan, Gerakan Pramuka harus bisa melakukan revitalisasi sistem pendidikan yang diajarkan kepada peserta didik dengan tetap mengacu kepada Dasa Darma dan Tri Sayta sebagai pijakannya. Revitalisasi yang dimaksud adalah Pramuka harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman. "Revitalisasi Gerakan Pramuka diperlukan karena tantangan yang dihadapi generasi muda sekarang sangat berbeda dengan apa yang kita hadapi di masa lalu," ujar Jokowi. Lebih lanjut Jokowi selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka mengatakan, pendidikan Pramuka saat ini tidak hanya diajarkan tentang baris berbaris, tali temali, dan mendirikan tenda. Sebagai generasi mileneal, Jokowi berharap Pramuka bisa akrab dengan dunia digital, elektronik, dan juga industri. "Oleh sebab itu saya tekankan kepada adik-adikku Pramuka semuanya, bahwa di balik latihan baris berbaris, latihan mandirikan tenda, latihan membuat simpul tali, ada nilai-nilai unggul kedisiplinan dan ketekunan. Nilai unggul itu yang diperlukan bangsa Indonesia untuk merebut persaingan global," jelasnya. Jokowi pun memberi tiga pesan kepada Gerakan Pramuka agar organisasi kepanduan ini bisa tetap relevan, dan disukai para generasi milineal. Tiga pesan itu yakni: Pertama, ingat dan jaga selalu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika karena kalian adalah tunas-tunas manusia Pancasila yang menjaga dasar negara kita dan merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kedua, terus menjadi generasi yang haus akan prestasi, haus akan karya di bidang apapun yang kalian jalani karena prestasi kalian adalah kebanggaan bangsa Ketiga, jika tiba saatnya generasi kalian untuk memimpin bangsa ini, saya titip masa depan bangsa ini bawalah bangsa kita ke masa kejayaan yang sudah lama dinantikan. Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menambahkan, tanpa memandang SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi “Rumah Bersama" bagi generasi muda Indonesia, tapi juga menjadi “lem perekat” dari sekat-sekat perbedaan di rumah besar NKRI. Itulah mengapa, tegas Adhyaksa, pada Peringatan Hari Pramuka ke-57 ini, pihaknya mengangkat tema “Pramuka Perekat NKRI”. Ini untuk menegaskan bahwa Gerakan Pramuka adalah “Rumah Kita Bersama” dan selamanya akan tetap fokus pada pendidikan generasi muda Indonesia untuk menjaga dan memajukan NKRI. Indonesia pada tahun 2045 mendatang akan memperingati 100 tahun kemerdekaannya. Menurut Adhyaksa, pada saat itulah ada di antara anggota Gerakan Pramuka yang aktif saat ini akan menjadi pemimpin-pemimpin negeri ini. Melalui peringatan Hari Pramuka, dia mengajak sekitar 2000 peserta upacara dan seluruh Pramuka di daerah untuk meningkatkan dedikasi dan kreativitas dalam mengabdi kepada negeri. Pasalnya, tantangan zaman semakin kompleks. Dibutuhkan cara-cara yang lebih kreatif mengajak generasi bangsa melakukan hal-hal positif. Adhyaksa juga mengajak Pramuka di seluruh Indonesia untuk mengunggah konten-konten positif seputar Hari Pramuka di media sosial dengan tagar #HariPramuka57 #PramukaPerekatNKRI #SetiapPramukaAdalahKantorBerita. Upaya ini dilakukan agar Pramuka terus punya kesadaran kolektif menjadikan internet samakin sehat. (Albar)





























