Ahok Pernah Marahi Ma’ruf Amin

Jakarta, Obsessionnews.com- Nama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin sempat ramai menghiasi pemberitaan media massa pada tahun 2017. Utamanya saat dirinya menjadi salah seorang saksi dalam kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kapasitas Ma’ruf sebagai Ketua Umum MUI menjadikannya saksi dalam kasus tersebut. Baca juga:Ma’ruf Amin Penjaga Umat Islam di Tanah AirMa’ruf Amin Tokoh Agama yang BijaksanaDisetujui Koalisi Parpol, Jokowi Pilih Ma’ruf AminSBY Minta Ma’ruf Amin Sabar dan Tegar Dalam persidangan di pengadilan Ahok memarahi Ma’ruf dengan kata-kata kasar. Ahok menuding Ma’ruf memberikan keterangan yang tidak semestinya. Meski langsung dianulir dan meminta maaf, namun pernyataan Ahok kadung memantik kecaman masif dan protes umat Islam. Figur Ma’ruf yang merupakan seorang pimpinan para ulama di tanah air dipandang umat Islam sebagai sosok yang tak semestinya diperlakukan rendah. Jadi Cawapres Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya pada Pemilu 2019. Keputusan memilih Ma’ruf disampaikan Jokowi dalam jumpa pers bersama para ketua umum dan sekretaris jenderal parpol pendukung di Restoran Plataran, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) petang. Baca juga: Mahfud Terpental, Jokowi Tunjuk Ma’ruf Amin Sebagai Cawapres "Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujar Jokowi. Jokowi mengungkapkan alasannya menggandeng Ma’ruf. Menuutnya, Ma’ruf adalah tokoh agama yang bijaksana. Jokowi kemudian menyebut berbagai jabatan yang pernah diemban Maruf. Ma'ruf pernah menjadi anggota legislatif DPRD, DPR, MPR, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulams (PB NU) hingga sekarang menjabat Ketua Umum MUI. Dalam kaitannya dengan Kebhinekaan, kata Jokowi, Maruf menjabat anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. "Kami ini saling melengkapi, nasionalis religius," ujar Jokowi. Dalam pertemuan tersebut hadir seluruh pimpinan parpol pendukung, yakni: 1. Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto 2. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk Paulus 3. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen Johnny G. Platte 4. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Abdul Kadir Karding 5. Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy dan Sekjen Asrul Sani 6. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Sekjen Herry Lontung 7. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie dan Sekjen Raja Juli Antoni 8. Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Sekjen Ahmad Rofiq 9. Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono dan Sekjen Verry Surya Hendrawan. Adapun tokoh partai politik yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Selain itu, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono. (arh)





























