Ini Strategi Khusus Technoplast Agar Tetap Eksis

Ini Strategi Khusus Technoplast Agar Tetap Eksis
Tangerang, Obsessionnews.com - PT Trisinar Indopratama, perusahaan yang merupakan salah satu produsen plasticware terbesar di Indonesia dengan merek Technoplast, mengajak awak media melakukan kegiatan factory visit (kunjungan pabrik) di Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (8/8/2018). Dalam kesempatan tersebut Chief Executive Officer (CEO) Technoplast Sjamsoe Fadjar Indra mengaku punya cara tersendiri agar tetap eksis di industri plasticware. Pihaknya menerapkan sejumlah formula khusus agar tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan industri plastik dan penetrasi transformasi digital. “Ketika banyak orang bermain di harga, kita justru tetap fokus kualitas. Jika ingin membuat suatu produk booming, perlahan-lahan harus bangun merk," katanya saat sesi tanya jawab di Pabrik Technoplast. Technoplast Jadi Leader Produk Selain pertahankan kualitas, Technoplast juga menggandeng sejumlah website dan aplikasi belanja online untuk memasarkan produknya. Di antaranya Tokopedia, Blibli.com dan lainnya. produk anak Fadjar mengklaim Technoplast menjadi market leader untuk produk tumbler anak-anak. “Produsen peralatan plastik ini merupakan pemegang lisensi dari karakter animasi seperti Hello Kitty, Starwars, Marvel, Disney,” ungkapnya. Selain sebagai pemegang lisensi animasi karakter, Technoplast juga fokus memasarkan produk Puzzle Lunch Set yang merupakan desain mahasiswa ITB. Produk ini terdiri atas tempat makan dan botol minum yang dijadikan 1 set dilengkapi dengan tas yang memudahkan anak-anak untuk membawanya serta dibentuk seperti Puzzle dengan tetap menonjolkan sisi stylish. Dalam acara tersebut Technoplast juga mengajak 10 reporter media lokal dan 30 media nasional untuk ikut serta dalam kegiatan factory visit (kunjungan pabrik) ke Cikupa. Dalam kunjungan pabrik itu awak media yang hadir di ruangan dibagi menjadi dua kelompok. Hal tersebut dilakukan agar berjalan teratur saat Technoplast memperlihatkan proses pembuatan produk plastiknya, mulai dari tahap awal hingga pengemasan (packaging). Setelah selesai awak media diajak keliling pabrik melihat proses pembuatan produknya, lalu di arahkan kembali masuk ke ruangan semula untuk memasuki sesi selanjutnya, yakni sesi tanya jawab setelah apa yang dilihat oleh awak media. (Poy)