Teka-teki Cawapres Jokowi dan Prabowo

Jakarta, Obsessionnews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi membuka pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pada Sabtu 4 Agustus 2018. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda pasangan capres-cawapres yang akan mendaftar untuk bertarung di Pilpres 2019. Terdengar banyak kabar Pilpres 2019 nuansa pertarungannya akan sama dengan Pilpres 2014. Sebab, kedua tokoh Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akan kembali bertarung untuk merebut kursi di Istana. Namun hingga sampai saat ini mereka masih saling mengunci. Kendati mengklaim sudah mengantongi nama cawapres, kubu Jokowi maupun kubu Prabowo masih mengunci rapat-rapat siapa sosok yang akan mereka usung. Politik saling kunci antara kedua kubu tidak lepas dari taktik dan strategi yang sedang mereka mainkan. "Politik yang dimainkan adalah politik saling mengunci. Posisi cawapres juga bisa mengukur kekuatan lawan dalam bertarung," ujar pengamat politik dari Indikator Politik Burhanudin Muhtadi baru-baru ini. Pengumuman nama cawapres Jokowi secara dini akan membuka peluang bagi kubu lawan untuk menggembosi sosok tersebut dengan beragam isu yang berpeluang merugikan pihaknya. Sehingga wajar meski pembukaaan capres sudah dibuka, nama-nama cawapres Jokowi dan Prabowo masih penuh teka-teki. Memang sudah banyak nama-nama beredar yang disebut bakal menduduki pasangan cawapres misalnya, Prabowo akan disandingkan dengan Ustad Abdul Somad, Ahmad Heryawan, dan juga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sedangkan untuk pendamping Jokowi beredar nama Mahfud MD, Moeldoko, Ma'ruf Amin, dan Muhaimin Iskandar. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) memprediksi hari pertama pendaftaran capres-cawapres masih sepi peminat. JK memprediksi ramainya pendaftaran capres dan cawapres baru akan terlihat jelang hari terakhir penutupan. JK sendiri bahkan mengaku belum tahu siapa nama yang akan mendampingi Jokowi. Meski keduanya sangat intens berkomunikasi, JK mengaku pihaknya belum pernah membahas secara khsuus soal posisi cawapres. "Tiap hari saya komunikasi dengan Presiden. Tapi soal calonnya kita belum bicarakan," ujar JK di Makassar, Sabtu (4/8). Sementara itu Komisioner KPU Hasyim Asy'ari meminta parpol mempersiapkan syarat pendaftaran capres-cawapres. Bila sampai batas akhir tanggal 10 Agustus hanya ada satu pasangan-capres cawapres yang mendaftar, maka pendaftaran akan diperpanjang. "Pendaftaran capres-cawapres akan dimulai pada 4 Agustus. Pendaftaran akan berlangsung hingga 10 Agustus atau dibuka selama tujuh hari. Tapi bisa diperpanjang jika hanya ada satu pasangan yang mendaftar," ungkap Haysim saat sosialisasi pendaftaran capres-cawapres di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2018) malam. (Albar)





























