Figur Teknokrat Cocok Dampingi Jokowi

Jakarta, Obsessionnews.com - Menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada Agustus mendatang, muncul nama-nama yang disebut bakal mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai wakil presiden. Misalnya Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, Tuan Guru Bajang, Airlangga Hartanto dan juga Jenderal TNI Purn Moeldoko. Ketua Presedium Poros Muda Indonesia Timur Syamsul Rizal mengatakan, sebuah strategi marketing poltik untuk menaikkan popularitas elektabilitas politik Jokowi sebagai calon presiden RI dari representatif golongan. Strategi marketing politik ini ada plus-minusnya. "Plusnya karena yang tidak dipilih nanti pasti sudah ada bargening posisi dan kepentingan lain. Yang perlu diantisipasi adalah dampak minusnya seperti kelompok yang tidak dipilih akan keluar dari gerbong Pak Jokowi dan membuat pros politik baru untuk memperkuat capres yang lain," ujar Samsul di Jakarta, Minggu (22/7/2018). Ia nenawarkan Jokowi untuk memilih Airlangga Hartarto sebagai cawapresnya dengan pertimbangan sederhana bahwa sosok Airlangga tidak memiliki konflik interes juga konflik kepentingan yang besar. Airlangga bukan dari kelompok ideologi keagamaan walaupun Airlangga beragama Islam. "Airlangga juga bukan dari kelompok ideologi sosialis kiri/kanan dan atau militer. Airlangga adalah teknorat yang mau mengabdikan dirinya kepada bangsa dan ngera dengan menjunjung spirit nasionalisme," jelasnya. Menurutnya, Jokowi akan kalah dalam Pilpres jika tidak hati-hati dalam seleksi memilih cawapresnya nanti. Indikator Pilkada DKI dan beberapa Pilkada seperti di Pulau Jawa dan Sumatera patut dijadikan rujukan. "Dinamikas sosial politik masyarakat yang telah bergeser jauh saat ini jangan dianggap enteng," terangnya. Misalnya kata dia, dalam Pilkada DKI meski Basuki Tjahja Purnama alias Ahok didukung media dan penguasa Ahok tetap kalah. Artinya rakyat Indonesia makin cerdas bahwa uang dalam politik bukan segala–galanya, intervensi kekuasaan dapat di hancurkan dengan kekuatan solidaritas kesamaan misi dalam perjuangan. "Jokowi dan Airlangga Hartarto adalah sebuah pilihan final bagi kami PPMIT karena secara politik dua figur ini telah merepresentatif semua kalangan di negara ini baik kalangan nasionalis, agamais maupun sosialis. (Albar)





























