Pancasila, antara Thailand dan Indonesia

Di Thailand peradaban masih hidup, rasa kemanusiaan dan kebersamaan masih tumbuh kuat. Pemerintah dan rakyatnya bersatu untuk menemukan dan menyelamatkan rakyatnya yang hilang, yang hanya 12 orang itu. Ini penerapan sila kedua Pancasila: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Padahal mereka tidak mengenal Pancasila apalagi sila-sila di dalamnya. Di Indonesia peradaban itu sudah musnah, rasa kemanusiaan dan rasa sepenanggungan sudah terkubur, padahal ada yang memakai slogan Aku Pancasila. Bayangkan, ada 164 orang tenggelam dan hilang di danau Toba, semuanya tak ada yang peduli. Kita menganggap biasa aja ketika 164 orang yang hilang dan katanya mati. Pemerintah lalu menyimpulkan orang orang yang hilang itu telah mati, dan karena itu pencarian 164 orang yang hilang itu dihentikan. Bayangkan saja jika diantara 164 orang itu masih hidup, lagi terjebak dan terdampar...? Bagaimana perjuangan orang orang yang katanya hilang dan katanya mati itu ternyata masih hidup. Ini juga pelanggaran pada sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kalau ada pesawat terbang hilang semua kekuatan dikerahkan, padahal lokasinya belum diketemukan, kasus di danau Toba, lokasinya sudah dipertemukan pencarian dihentikan dengan berbagai alasan. Mari kita kembali ke jati diri bangsa kita, bangsa yang ber Pancasila, bukan hanya menjadi slogan atau alat politik, tapi dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jakarta, 12 Juli 2018Dr. Zulkifli S Ekomei, Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.





























