Capres Dibatasi PT 20 Persen, akan Terjadi Dagang Sapi

Jakarta, Obsessionnews - Pasal 222 UU Pemilu terkait ambang batas calon presiden (capres) atau presidential threshold (PT) 20 persen di Pilpres 2019 digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mantan Menko Kemaritiman dan Menko Perekonomian Dr Rizal Ramli mendukung PT 20 persen dihapus agar tidak melanggengkan politik dagang sapi alias jual beli jabatan dan barter politik. "Yang terjadi karena ada treshold 20 persen buntutnya mekanisme ini untuk melanggengkan dagang sapi dengan partai-partai kalau dukung Jokowi dapat apa. Melanggengkan money politic dan merusak amanah demokrasi dan tidak sesuai dengan UUD 45. Siapa pun warga negara bisa jadi presiden, tidak ada batasan 20 atau 30 persen," tegas Rizal Ramli dalam jumpa pers didampingi para aktivis di Jakarta, Senin (9/7/2018). Menurut Rizal, dengan disahkannya PT justru memberikan jalan bagi praktik politik dagang sapi. "Buntutnya mekanisme ini untuk melanggengkan dagang sapi dengan partai-partai kalau dukung Jokowi dapat apa?” bebernya. "Melanggengkan money politic dan merusak amanah demokrasi dan tidak sesuai dengan UUD 45 siapa pun warga negara bisa jadi presiden tidak ada batasan 20 atau 30 persen," beber dia. Selain itu, lanjutnya, penetapan ambang batas pencalonan presiden berdasarkan perolehan suara Pemilu 2014 dinilai membohongi rakyat. Alasannya karena jika dijadikan patokan maka rakyat tidak akan tahu suaranya dipakai untuk pemilihan 5 tahun ke depan. "Kita dibohongi kita milih 2014 tiba-tiba dibohongi suara kita dimanfaatkan untuk pemilu 2019 ini enggak ada pemberitahuan itu penipuan karena ada partai yang keliatan bagus waktu itu, bisa-bisa kagak lolos threshold. Jadi modal penipuan ini menghianati demokrasi yang sesungguhnya," ungkap Rizal. Jokowi Capres Terkuat, Kenapa Takut Syarat Pencapresan? Rizal Ramli mempertanyakan partai pemerintah yang mengusulkan presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen dan memperjuangkannya hingga disahkan DPR RI. Padahal, Rizal menganggap, tingkat keterpilihan Presiden Jokowi cukup tinggi sehingga hampir pasti masuk ke putaran kedua jika ada lebih dari dua calon yang ikut Pilpres 2019. "Pak Jokowi enggak usah takut beliau pasti masuk top two. Kenapa mesti dibatasin semakin banyak (capres) semakin bagus," kata Rizal dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (9/7). Rizal berharap, Jokowi tidak perlu takut jika ambang batas dinolkan bakal memunculkan banyak calon. Rizal mengatakan bakal banyak juga calon yang berguguran karena kalah. Jokowi pun tidak perlu takut karena dia yakin bakal menjadi capres yang masuk dua besar. "Ada kekhawatiran kalau (PT) nol, calonnya banyak. Tidak ada masalah karena nanti (calonnya) pada gelontoran. Nggak usah pusing sehingga tidak perlu dagang sapi. Pak Jokowi juga tidak usah takut, pak Jokowi pasti masuk top two," paparnya. Namun, lanjut Rizal, andaikan Jokowi tidak terpilih kembali sebagai presiden dalam Pilpres 2019, maka itu adalah kehendak rakyat yang menghendaki perubahan. “Pak Jokowi nggak usah takut (PT) nol persen. Pak Jokowi masih masuk top two. Kalau kalah, artinya rakyat ingin perubahan," tuturnya. (Red)





























