Ini Suhu Udara Jakarta dan Bandung

Ini Suhu Udara Jakarta dan Bandung
Jakarta, Obsessionnews.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan suhu di Jakarta bisa mencapai 34 derajat celcius pada Jumat (6/7/2018). Hari ini, seluruh wilayah Jakarta diprakirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari dengan suhu 20 hingga 34 derajat celcius. Untuk wilayah Bogor diprediksi akan berawan dengan suhu 21 hingga 31 derajat celcius. Sama seperti Bogor, wilayah Depok juga diprediksi berawan dari pagi hingga malam hari, namun suhunya berbeda yaitu 23 hingga 31 derajat celcius. Bekasi pun demikian, diprakirakan seharian ini berawan dengan suhu 23 hingga 33 derajat celcius. Sedangkan untuk wilayah Tangerang, pagi hari diprakirakan cerah berawan sedangkan siang dan malamnya diprakirakan berawan. Untuk suhu di Tangerang yaitu 24 hingga 34 derajat celcius. Meskipun diprakirakan tidak hujan, masyarakat diimbau agar menyediakan payung ataupun jas hujan saat bepergian ke luar rumah. Hal ini dikarenakan kondisi cuaca sewaktu-waktu dapat berubah. Berdasarkan data yang di himpun dari Meteocast, pada Jumat 6 Juli 2018 di Jakarta cuaca pola akan sama: Di sore hari suhu udara akan +28...+31°C, Titik embun: +16,34°C, rasio suhu, kecepatan angin dan kelembaban: nyaman, curah hujan tidak diharapkan. Angin Sedikit hembusan, angin bertiup dari utara dengan kecepatan 0-14 Km/jam, di langit kadang-kadang ada awan kecil. Sedangkan di malam hari suhu udara turun menjadi +23...+26°C, Titik embun: +19,44°C, rasio suhu, kecepatan angin dan kelembaban: agak tidak nyaman bagi kebanyakan orang di tepi atas, curah hujan tidak diharapkan. Angin Sedikit tenang bertiup dari barat dengan kecepatan 0-11 . Km/jam, langit cerah. Berita tentang suhu hari ini menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada hari ini pukul 14.35 WIB berita ini di telusuri lebih dari 20.000 kali. Sementara itu, Suhu udara di Kota Bandung maupun di wilayah Jawa Barat lainnya relatif lebih dingin dalam beberapa hari terakhir. BMKG Klas I Bandung menjelaskan, fenomena tersebut disebabkan datangnya musim kemarau. Kepala Stasiun Geofisika Klas I Bandung BMKG, Toni Agus Wijaya, menuturkan, fenomena ini merupakan fenomena yang umum terjadi saat mulai masuk musim kemarau, di mana karakteristik suhu udara di periode musim kemarau yang berlangsung antara Juni-September relatif lebih rendah bila dibandingkan suhu udara di periode musim hujan. "Suhu udara Bandung pada sore menjelang malam hari hingga pagi hari, relatif dingin sedangkan pada siang hari terasa panas karena sedikitnya pembentukan awan-awan hujan," kata Toni. Toni menjelaskan, hal itu terjadi disebabkan adanya angin pasat tenggara atau timur yang bertiup dari Benua Australia. Pada saat terjadi musim kemarau di wilayah Indonesia khususnya Jawa barat, di wilayah Benua Australia sedang terjadi musim dingin terutama dengan puncak musim dingan terjadi di antara bulan Juli, Agustus, September. Dari pantauan alat pengukur suhu udara tercatat dalam bulan Juli ini suhu minimum hingga mencapai 16,4 derajat celcius hari ini tanggal 6 Juli 2018, dengan kondisi kelembaban yang relatif rendah berada pada nilai 38%. “Cukup kering sehingga tidak berpeluang pembentukan awan-awan hujan," paparnya. Pada periode musim kemarau, lanjut dia, karakteristik udaranya adalah dingin kering, sehingga perlu untuk tetap menjaga kondisi badan dari kondisi cuaca seperti ini. "Salah satunya dengan banyak mengonsumsi buah-buah dan sayur-sayuran," tuturnya. Sementara dari pemantauan cuaca, sekarang sedang terjadi Taipun Maria di Utara Khatulistiwa tepatnya di sebelah timur laut Filipina sehingga kondisi angin yang melewati jawa barat relatif kencang dengan kecepatan berkisar antara 36-45 km/jam.(Poy)