Susi Dorong 83 Pengusaha Jepang Berinvestasi

Tokyo, Obsessionnews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti mendorong 83 pengusaha sektor kelautan dan perikanan Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. Dalam siaran persnya, Sabtu (2/5/2018), dijelaskan, Susi ingin para pengusaha tersebut berinvestasi pada pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di enam titik pulau terluar Indonesia, yaitu Sabang, Aceh, Natuna, Kepulauan Riau, Morotai, Maluku Utara, Biak Numfor, Papua, Moa dan Saumlaki, Maluku. Dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya ke negara Sakura pada 31 Mei 2018 di Hotel Imperial, Tokyo ini, Susi berhadapan dengan para pengusaha pontensial setempat. Kegiatan bertema ‘Country Update: Current Indonesia’s Fisheries Industry-Business and Invesment Opportunities in the 6 Outer Islands of Indonesia’ ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi, Duta Besar RI di Tokyo Arifin Tasrif, Utusan Khusus RI untuk Jepang Rachmat Gobel, serta para petinggi Japan External Trade Organization (JETRO) dan Japan International Cooperation Agency (JICA). JETRO, yang merupakan organisasi perdagangan eksternal Jepang yang berkaitan langsung dengan pemerintah. Menteri Susi mengakui, sektor penangkapan ikan memang telah ditetapkan sebagai negative list investasi asing. Namun menurutnya, sektor pengolahan dan logistik masih terbuka sepenuhnya bagi negara asing. Oleh karena itu, ia mengundang Jepang untuk mengambil kesempatan berinvestasi dalam revitalisasi sektor perikanan ini. “Indonesia memiliki panjang garis pantai 90.000 km. Setiap 30 km diperlukan mesin es (flake ice machine), maka butuh 3.000 mesin kecil dengan 1,5 ton es seharga USD20 ribu. Sehingga dibutuhkan USD60 juta. Ini bisnis bagus,” papar Susi. Untuk menarik investor, Indonesia juga akan memberi kemudahan perizinan, keringanan pajak, serta asistensi penuh terhadap pengusaha yang berminat berinvestasi. Executive Vice President JETRO Yuri Sato mendorong agar para pengusaha Jepang untuk segera berinvestasi di Indonesia. Indonesia sedang melakukan akselerasi ekonomi termasuk di bidang kelautan dan perikanan, sehingga ada banyak sekali peluang bisnis seperti pembangunan pelabuhan, konstruksi, pembangunan kapal, coaching, dan sebagainya. “JETRO siap menjembatani Anda untuk berinvestasi di Indonesia,” tegas Yuri. Susi bersama rombongan juga bertemu dengan lima perusahaan dan koperasi perikanan Jepang yang telah pernah berinvestasi di Indonesia seperti Marubeni Corporation, Itochu, FTI Japan Co Ltd, Nakatani Co Ltd, dan Kesennuma Seijyo Reitougyo Cooperative. Pertemuan dilakukan secara bergantian dengan masing-masing perusahaan. Hal yang sama juga disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi. Ia juga mengatakan, Indonesia membutuhkan investasi fasilitas cold storage, industri pengolahan, hingga pembangunan pelabuhan yang saat ini tengah dalam penjajakan kedua negara. "Lokasi akan dikelola koperasi dan didampingi BUMN perikanan, Perindo, dan Perinus,” ujar Brahmantya. Ia pun memaparkan potensi di masing-masing lokasi SKPT tersebut, seperti Sabang, Morotai, dan Saumlaki yang kaya dengan komoditas tuna, cakalang, dan tongkol. Sementara Natuna dengan komoditas utama ikan pelagis kecil, tuna, cakalang, dan tongkol. Lalu Moa dengan komoditas utama ikan pelagis besar, pelagis kecil, dan demersal, serta Biak Numfor dengan komoditas andalan ikan pelagis kecil, pelagis besar, dan demersal, udang, lobster, dan cumi-cumi. (Popi)





























