Permintaan Tuna Meningkat, KKP Gelar Dua Acara di Bali

Permintaan Tuna Meningkat, KKP Gelar Dua Acara di Bali
Jakarta, Obsessionnews.com - Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Zulficar Mochtar mengatakan, perikanan tuna menjadi komoditas yang paling banyak menyumbang nilai ekspor perikanan Indonesia. Nilai ekspor tuna tersebut melebihi dari udang yang mencapai 198,131 ton atau senilai USD 569,99 juta pada tahun 2017. Negara tujuan utama ekspor tuna  diantaranya, Uni Eropa, Jepang dan Amerika Serikat. Menurutnya permintaan pasar global terhadap ikan tuna juga semakin tinggi. Apalagi Indonesia menjadikan tuna sebagai komoditas perikanan utama Indonesia di dunia internasional. Hasil tangkapan tuna telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produksi perikanan nasional Indonesia. Secara keseluruhan, total produksi rata-rata mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun. Sebagai salah satu negara produsen tuna terbesar di dunia, Indonesia disebut sebagai menyumbang lebih dari 16 % dari hasil tangkapan tuna untuk produksi tuna global (FAO, 2014). "Makanya tuna perlu penanganan yang serius. Salah satunya  DJPT KKP menggelar 3rd Bali Tuna Conference (BTC-3) pada 31 Mei-1Juni 2018," ujar dalam siaran pers, Selasa (29/5/2018) Acara BTC-3 ini dilanjutkan dengan pertemuan 6th International Coastal Tuna Business Forum (ICTBF-6) di Padma Resort Legian Bali. Zulficar menjelaskan, penyelenggaraan dua kegiatan ini diharapkan dapat terbangunnya sinergi antara pemerintah dan stakeholders perikanan tuna dari tingkat hulu sampai hilir. Selain itu, juga dapat mempromosikan upaya pengelolaan tuna Indonesia yang saat ini dilakukan pada tingkat nasional kepada stakeholders perikanan tuna luar negeri. Lebih lanjut Zulficar mengatakan, pada tahun 2018 pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi prioritas pengelolaan perikanan tuna, yaitu peningkatan pengumpulan data tuna, sistem registrasi kapal perikanan di perairan kepulauan Indonesia, pengembangan dan implementasi sistem pemantauan elektronik dan sistem pelaporan untuk mengatasi masalah ketertelusuran tuna dan pengembangan peraturan terkait manajemen tuna. Acara ini bekerjasama dengan International Pole and Line Foundation (IPNLF) dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI). Tema BTC-3 ini mengangkat Indonesia's Tuna Sector and International Supply Chains are Benefiting From Heightened Levels of Government-Industry Synergies. Sementara itu, ICTBF-6 mengusung tema Global Leader in Supplying One-by-One Tuna. Acara akan dihadiri 200 peserta yang berasal dari stakeholders perikanan tuna, yaitu institusi pemerintah, industri penangkapan dan pengolahan tuna, asosiasi tuna, ilmuwan, akademisi, dan berbagai pihak yang terkait dengan perikanan tuna (retailer atau brand) ditingkat nasional mupun internasional. (Popi)