DPR Dukung Pendidikan Pancasila Masuk Mata Pelajaran di Sekolah

DPR Dukung Pendidikan Pancasila Masuk Mata Pelajaran di Sekolah
Malang, Obsessionnews.com - Anggota MPR RI Ridwan Hisjam mendukung rencana pemerintah memasukkan  Pendidikan Pancasila di kurikulum mata pelajaran sekolah. Ini dilakukan sebagai upaya membentuk karakter anak bangsa agar tidak menyimpang dari nilai-nilai pancasila. “Saat rapat dengan 38 rektor perguruan tinggi se-Indonesia untuk melakukan sertifikasi guru dalam jabatan, juga dibahas tentang pelajaran PPKN. Di situ Pak Menteri Pendidikan minta Pendidikan Pancasila menjadi mapel sendiri. Menurut saya ini sangat bagus, karena memang sudah seharusnya begitu,” ujar Ridwan dalam acara sosialisasi Penegasan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa di Permata Jingga, Selasa (29/5/2018). Anggota Komisi VII DPR RI ini mengungkapkan pembahasan tentang Pendidikan Pancasila tinggal menunggu keputusan. DPR sendiri siap mendukung program tersebut. “Tentunya dari DPR sudah siap dan akan mendukung Pendidikan Pancasila menjadi mapel, apalagi MPR juga sudah menerapkan sosialisasi empat pilar kebangsaan beberapa tahun lalu dimana Pemahaman Pancasila menjadi pembahasan utama dalam setiap sosialisasi. Setidaknya setiap anggota MPR wajib sosialisasikan pilar kebangsaan minimal 6x setahun di dapilnya,” imbuh kader militan Partai Golkar tersebut. Menurutnya, Pendidikan Pancasila harus menjadi mata pelajaran sendiri yakni karena PPKN saat ini hanya sebatas mempelajari administraai kenegaraan, serta Pancasila tidak lagi dijadikan dasar perilaku bangsa, “Untuk itu kita harus benar-benar tanamkan nilai Pancasila sejak dini agar menjadi jiwa keseluruhan bangsa dalam bertindak,” pungkas Ridwan. Dalam acara yang dihadiri beberapa perwakilan guru tersebut juga dihadiri Ketua PGRI Jawa Timur, Ichwan Sumadi, Sumarno, KAPUS P4TK BOE Malang, Rektor IKIP Budi Utomo, Nurcholis Sunuyeko, Emil Dardak, Calon Wakil Gubernur Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Calon Wakil Walikota Malang, Persatuan Guru Malang Raya, Civitas Akademika dari Perguruan Tinggi dan perwakilan Dinan Pendidikan se Malang Raya. (Albar)