Selamat #65TahunCakNun

Jakarta, Obsessionnews.com– Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) berusia 65 tahun pada Minggu 27 Mei 2018. Untuk menghormati HUT ke-65 Cak Nun tersebut netizen membuat tagar #65TahunCakNun dan menjadi trending topic di Twitter sejak Sabtu (26/5) hingga Senin (28/5) petang. Dikutip dari Wikipedia, Cak Nun anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Darussalam Gontor setelah melakukan ‘demo’ melawan pimpinan pondok karena sistem pondok yang kurang baik, pada pertengahan tahun ketiga studinya. Kemudian ia pindah ke Yogyakartadan tamat SMA Muhammadiyah I. Istrinya yang sekarang, Novia Kolopaking, dikenal sebagai seniman film, panggung, serta penyanyi. Sabrang Mowo Damar Panuluh adalah salah satu putranya yang kini tergabung dalam grup band Letto. Lima tahun ia hidup menggelandang di Malioboro, Yogyakarta antara 1970–1975, belajar sastra kepada guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat memengaruhi perjalanan Emha. Masa-masa itu, proses kreatifnya dijalani juga bersama Ebiet G Ade (penyanyi), Eko Tunas (cerpenis/penyair), dan EH. Kartanegara (penulis). Selain itu ia juga pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985). Emha juga pernah terlibat dalam produksi film Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2011), skenario film ditulis bersama Viva Westi. Dalam kesehariannya, Cak Nun terjun langsung di masyarakat dan melakukan aktivitas-aktivitas yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik, sinergi ekonomi guna menumbuhkan potensi rakyat. Di samping aktivitas rutin bulanan dengan komunitas Masyarakat Padhang Bulan, ia juga berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, rata-rata 10 sampai15 kali per bulan bersama Gamelan Kiai Kanjeng, dan rata-rata 40 sampai 50 acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Dalam pertemuan-pertemuan sosial itu ia melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metode perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi masalah masyarakat. Berikut tweet beberapa netizen yang dikutip Obsessionnews.com dari Twitter pada Senin (28/5) pukul 16.06 WIB. @Husen_Jafar: Selamat #65TahunCakNun. Kami sungguh berterima kasih atas tak pernah lelahnya Cak Nun melingkar bersama orang-orang dari dusun-dusun, kampung-kampung, gang-gang, dan sudut-sudut marjinal. Di @KenduriCinta, kita merasakan & menyaksikan itu.@DanBriliant : #65TahunCakNun Terima kasih mbah nun, setidaknya marah dan lelahku cukup beralasan. Sehat terus, panjang umur.@dad1412: @caknundotcom Cak Nun adalah tokoh multidimensi yang memiliki daya tahan fisik luar biasa, didukung oleh kharisma besarnya, lompat dari satu kota ke kota lain, demi membangunkan bibit-bibit tidur raksasa bernama manusia Indonesia. Dirgahayu, Mbah! #65TahunCakNun@izarawr: Selamat mensyukuri hari kelahiran sang Guru Bangsa yang masih terus mengajar hingga zaman now @caknundotcom. Terbarkan selalu semangat pada kami anak muda Indonesia. #65TahunCakNun.@irfan_sholfa: Kualitas terbaik dari seseorang barangkali adalah ketika semua orang merasa memilikinya. Sehat selalu, cak! #65tahuncaknun.@tadabburmaiyah: Semoga Mbah Nun, Sekeluarga dalam penjagaan-Mu, Ya Rabb. #65tahuncaknun. (arh)





























