Patung GWK Mahakarya dari Bali Lebih Bagus dari Liberty

Jakarta, Obsessionnews.com - Seiring perjalanan waktu, pembuatan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali kini telah rampung. 28 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Nyoman Nuarta untuk menyelesaikan mahakarya terbaik anak bangsa untuk dunia. Patung ini bukan hanya sekedar menggambarkan kejeniusan Nyoman sebagai pemahat patung terbaik di Indonesia, tapi lebih dari itu, patung ini juga menggambarkan kebudayaan besar bangsa Indonesia yang adi luhung, sekaligus akan menjadi pusat peradaban budaya di Asia. Begitulah kurator Jim Abiyasa Supangkat Silaen menilai kecanggihan Nyoman dalam pembuatan patung ini. Ia begitu mengapresiasi kegigihan Nyoman untuk menyelesaikan patung yang dibuat sejak tahun 1989. Waktu yang panjang ini membuktikan membuat patung GWK bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, butuh kesabaran kekuatan, dan ketelitian untuk benar-benar bisa menghadirkan sebuah mahakarya agung yang monumental, menyejarah, dan abadi bagi bangsa ini. "Patung GWK ini maha karya milik publik yang punya kedudukan istimewa dalam sejarah seni patung rupa dunia," ujar Jim, Sabtu (26/5/2018). Menurutnya di dunia hanya ada dua patung yang memiliki kedudukan istimewa yakni Patung Liberty dan Patung GWK. Patung GWK dianggap sebagai patung terbaik masa kini karena memiliki teknik pembuatan yang cukup sulit sama seperti pembuatan Patung Liberty tiga abad lalu. Ia menyebut di dunia terdapat seni patung rupa yang tersebar di berbagai negara. Namun, jenis patung yang memiliki kesamaan dengan patung Liberty adalah patung GWK. Patung ini dibuat dengan teknik kontruksi yang dbungkus dengan perunggu. Namun sebenarnya, Jim menyebut dalam sejarahnya Patung Liberty ini gagal, pembuat harus menerima kegagalan itu dengan melakukan renovasi berulang kali. Sebab konstruksi dalam pembuatan Patung Liberty ini sama persis dengan pembuatan Menara Eiffel. Dan patung ini memang sengaja dibuat oleh desainer Menara Eiffel, Gustave Eiffel sebagai hadiah Kerajaan Perancis untuk Amerika Serikat. Membuat patung sebesar Liberty dan GWK memang tidak mudah karena sama saja seperti membuat bangunan besar. Nyoman sebagai seorang seniman papan atas dan seorang arsitek sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk membuat Patung GWK 28 tahun lalu. Karena ia juga belajar dari proses pembuatan Patung Liberty yang berulang kali menuai kegagalan. Dari situ Nyoman banyak belajar menemukan teori-teori baru untuk membuat patung dalam skala besar. Dan kenapa pembuatan Patung GWK pembangunannya baru dibuat sekarang. Menurut Jim, pembuatan patung dengan model pengecoran perunggu lalu disambungkan, saat itu tidak gampang karena membutuhkan dana yang cukup besar. "Paling tidak saat orang tidak ada yang berfikir untuk membuat patung besar di Indonesia. Saat itu Nyoman sudah berani mencoba untuk melakukannya. Padahal ia tahu pengecoran perunggu saat itu mahal. Kalau kerangkanya kecil mungkin tidak masalah. Tapi yang mau dibuat oleh Nyoman ini kerangkanya besar. Dan ia lebih dulu membuat kerangkanya lalu ditutup," jelasnya. Dalam sejarahnya, Nyoman juga sudah memiliki pengalaman membuat patung Indonesia. Patung Monumen Proklamasi, Monumen Jalesveva Jayamahe, Patung Arjuna Wijaya, adalah salah satu dari sekian banyak patung yang sudah dibuat Nyoman. Patung Perwira atau Monumen Jalesvava di Surabaya, adalah patung pertama skala besar yang dibuat Nyoman. Dalam proses pembuatan itu kata Jim, Nyoman menemukan banyak cara menjadikan karyanya semakin kuat. Cara itu ia terapkan dalam pembuatan Patung GWK. "Nyoman memang tidak bekerja sendiri dalam pembuatan patung ini. Dia punya tim untuk membuat kontruksi itu. Tapi saya kira akal atau ide dalam pembuatan patung itu tetap dari Nyoman. Dan ini bisa dipatenkan," jelasnya. Untuk konteks saat ini, Jim menilai Patung GWK nantinya bakal lebih baik dan istimewa dari Patung Liberty. Karena sistem pembuatnya di kenteng. Ia bersyukur Indonesia masih memiliki seniman handal seperti Nyoman yang memiliki kepekaan untuk membuat karya besar. Menurutnya, persoalannya bukan hanya pada proses pembuatannya. Tapi setelah itu, pemerintah dan masyarakat juga harus memiliki kepekaan atau kesadaran untuk ikut mempromosikan Patung GWK kepada masyarakat dunia. Karena di sinilah dunia akan mengakui Indonesia sebagai negara yang memiliki kebudayaan yang besar. Jim berfikir, dengan adanya Patung GWK mungkin dampaknya bagi Indonesia lebih kepada pariwisata. Namun, sebagian seorang seniman ia berharap Patung GWK ini bukan hanya dipandang sebagai pelengkap pariwisata Bali. Lebih dari itu, Jim menginginkan Patung GWK ini dijadikan sebagai pusat kebudayaan Indonesia, atau kultur park. Atau bisa dibilang kata Jim, Patung GWK ini merupakan simbol kemunculan Indonesia sebagai macan Asia yang disegani. Menurutnya ini membutuhkan midset cara berfikir yang tidak mudah bagi masyarakat. "Kalau pembuatan susah butuh proses lama harusnya pemerintah dan masyarakat harus membantu untuk mempromosikan ke dunia internasional. Jadi dunia tidak hanya mengenal Liberty sebagai patung terbaik. Tapi patung terbaik di dunia saat ini ada Indonesia yakni Garuda Wisnu Kencana," jelasnya. Ia menambahkan, kalau GWK muncul sebagai gagasan untuk menciptakan landmark pariwisata Bali pada tahun 1989, maka potensi itu harus dijual semahal-mahalnya. Karena dengan patung ini dalam forum-forum ekonomi, politik dan budaya, Indonesia sudah tidak boleh lagi dipandang sebagai negara sebelah mata. GWK harus menjadi bukti bahwa Indonesia berdaulat dibidang budaya, karena di sana bukan hanya ada patung, tetapi juga forum-forum kebudayaan dunia. Harapannya orang datang ke Bali bisa belajar kebudayaan Indonesia. Diketahui patung ini dibuat di kawasan kebudayaan (cultural park) Desa Ungasan, Kuta Selatan, Bali. Secara fisik, GWK akan memiliki ketinggian 121 meter dan akan menjadi patung tembaga dengan teknik cor las terbesar di dunia. Teknik cor las juga akan menandai pertama kalinya patung sebesar GWK dikontruksi dengan pengelasan keping demi keping. Patung-patung seperti Liberty di New York, pada umumnya dikerjakan dengan teknik cor logam. Nyoman Nuarta menemukan teknik pembesaran patung dengan menggunakan rumus apabila sebuah bentuk bebas (anorganis) diiris horisontal dan maupun vertikal dengan jarak tetap, kemudian garis-garis luar (outline) tersebut diperbesar berdasarkan skala, kemudian disusun kembali sesuai koordinat yang tetap, maka akan terbentuk pembesaran menyeluruh sesuai skala yang dikehendaki. Teknik ini sudah dipatenkan dan menjadi karya Nyoman. (Albar)





























