BCA Ajak Generasi Muda Lestarikan Wayang

Jakarta, Obsessionnews.com – Wayang merupakan seni pertunjukan asli Indonesia. Mengenali wayang banyak manfaatnya. Artinya, wayang adalah sebuah karya seni dan budaya yang mengajarkan kebaikan dalam hal perilaku dan tuntunan. Lembaga yang membawahi kebudayaan dari Persatuan Bangsa-Bangsa, UNESCO pada 7 November 2003 telah menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Namun, jika dunia wayang tidak dilestariakn, tentu akan punah dan hanya tinggal kenangan saja. Hal itu yang mendorong PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengajak generasi muda untuk melestarikan wayang. Melalui Focus Group Discussion (FGD) ‘Wayang for Student’ di Jakarta pada 14 Mei 2018, BCA menggali informasi terkait platform pengenalan budaya wayang ke generasi muda sehingga generasi muda masa kini peduli terhadap kelestarian wayang. “BCA terus membuktikan komitmen untuk melestarikan wayang sebagai kebudayaan Indonesia yang sarat akan nilai moral. Kami berupaya untuk membangkitkan kembali kepedulian masyarakat, khususnya para generasi muda untuk kembali menikmati wayang. Hal inilah yang mendorong kami untuk mengadakan Focus Group Discussion (FGD) ‘Wayang for Student’ bersama dengan penggiat dan seniman di bidang seni wayang,” ungkap Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Selasa (22/5/2018). [caption id="attachment_247032" align="alignnone" width="640"]
BCA Adakan Focus Group Discussion (FGD) “Wayang For Student” - Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati (tengah), Senior Vice President CSR BCA Sapto Rachmadi (kiri), Vice President CSR BCA Rizali Zakaria (kanan) bersama (kiri-kanan) Penggiat Wayang Arie Dagienkz, CEO Provetic Iwan Setyawan, Dalang Ki Aneng Kiswantoro, Kepala Bidang Humas Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi) Eny Sulistyowati, Peneliti dan Dosen Universitas Indonesia (UI) Dwi Wororetno Mastuti, Ketua Umum Sena Wangi Suparman Sunjoyo, Sekjen Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Radiyo, Pendiri Paguyuban Karyawan Pecinta Wayang Asia Wangi BCA Adhiyoga. (Foto: BCA)[/caption] Sebelumnya pada 7 Mei 2018 lalu, BCA juga telah menggelar FGD ‘Wayang for Student’ yang dihadiri oleh sejumlah guru dan siswa dari SMA Santa Ursula, guru dan siswa SMP Negeri 68, dan guru dan siswa SMP Islam Tugasku pada. Tahun 2017 BCA juga menyelenggarakan Workshop ‘Wayang For Student’ yang dihadiri oleh 719 siswa-siswi dan guru pendamping dari 8 sekolah di wilayah Jakarta. Siswa dan siswi beserta guru tersebut diajak untuk mengenal wayang lebih dalam melalui pagelaran Wayang Orang. “BCA mencermati bahwa saat ini keterlibatan generasi muda dalam budaya wayang masih minim sehingga membuat wayang kurang berdaya dalam merebut ruang dan perhatian anak-anak muda Indonesia,” pungkas Inge. (Popi)
BCA Adakan Focus Group Discussion (FGD) “Wayang For Student” - Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati (tengah), Senior Vice President CSR BCA Sapto Rachmadi (kiri), Vice President CSR BCA Rizali Zakaria (kanan) bersama (kiri-kanan) Penggiat Wayang Arie Dagienkz, CEO Provetic Iwan Setyawan, Dalang Ki Aneng Kiswantoro, Kepala Bidang Humas Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi) Eny Sulistyowati, Peneliti dan Dosen Universitas Indonesia (UI) Dwi Wororetno Mastuti, Ketua Umum Sena Wangi Suparman Sunjoyo, Sekjen Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Radiyo, Pendiri Paguyuban Karyawan Pecinta Wayang Asia Wangi BCA Adhiyoga. (Foto: BCA)[/caption] Sebelumnya pada 7 Mei 2018 lalu, BCA juga telah menggelar FGD ‘Wayang for Student’ yang dihadiri oleh sejumlah guru dan siswa dari SMA Santa Ursula, guru dan siswa SMP Negeri 68, dan guru dan siswa SMP Islam Tugasku pada. Tahun 2017 BCA juga menyelenggarakan Workshop ‘Wayang For Student’ yang dihadiri oleh 719 siswa-siswi dan guru pendamping dari 8 sekolah di wilayah Jakarta. Siswa dan siswi beserta guru tersebut diajak untuk mengenal wayang lebih dalam melalui pagelaran Wayang Orang. “BCA mencermati bahwa saat ini keterlibatan generasi muda dalam budaya wayang masih minim sehingga membuat wayang kurang berdaya dalam merebut ruang dan perhatian anak-anak muda Indonesia,” pungkas Inge. (Popi) 




























