Musda KNPI Jatim di Surabaya Punya Legitimasi yang Kuat

Musda KNPI Jatim di Surabaya Punya Legitimasi yang Kuat
Surabaya, Obsessionnews.com - Musyawarah Daerah (Musda) XII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  Jawa Timur (Jatim) di Surabaya dengan terpilihnya Ahmad Fajar Ridwan Hisjam disebut memiliki legitimasi yang kuat. Sebab, musda ini dilaksanakan sesuai dengan amanat hasil kongres yang sudah diputuskan Musda KNPI digelar di Surabaya. Diketahui Musda KNPI Jatim pecah menjadi dua, selain di Surabaya, Musda KNPI juga digelar di Kabupaten Trenggalek. Forum Musda yang digelar di Hotel Bukit Jaas Permai itu telah memilih M.Nur Arifin atau Gus Ipin sebagai Ketua KNPI Jawa Timur secara Aklamasi pada April 2018. Dalam Musda KNPI Surabaya dihadiri 46 Organisasi Kepemudaan Pemuda (OKP) lokal di lingkup Jatim. Sementara Musda KNPI Trenggalek dihadiri 10 OKP lokal. Secara konstitusional Musda KNPI Surabaya dinilai lebih kuat dibanding Trenggalek. Pihak Trenggalek memang menyebut dihadiri 80 OKP, namun itu tingkat nasional bukan lokal. OKP di Jatim total keseluruhan ada 57. "Yang diangkat memang Musda Surabaya. Kita sepakat pada saat Rapimda KNPI, bahwa Musda hanya melibatkan OKP lokal Jatim agar soliditas dan fair play di Musda lebih terjaga," ujar Fajar di Surabaya, Sabtu (12/5/2018). "Kami ingin kualitas Musda lebih terjaga. Hal ini diukur bukan dari kuantitas peserta, tapi bagaimana peserta yang terdiri dari DPD Kab kota dan OKP dilibatkan penuh dalam segala proses Musda dimulai dari kepanitian Musda sampai dengan pelaksanaan Musda," tambahya. Dengan lengkapnya peserta yang hadir sesuai dengan AD/ART, Fajar yakin memiliki legitimasi yang kuat membangun kepengurusan barunya ke arah yang lebih baik. "Keterlibatan 80 %lebih OKP Jatim dalam Musda Ke XII KNPI di Surabaya menunjukan legitimasi yang tinggi. Hal ini membuat saya semangat untuk menjadikan KNPI jatim bukan hanya sebagai wadah, tetapi rumahnya anak muda di Jatim," jelasnya. Meski sudah terpilih secara legal, Fajar tetap akan merangkul OKP-OKP yang tidak hadir di Musda KNPI Surabaya. Pihaknya tetap mengutamakan kesatuan organisasi pemuda. "Kami tidak akan menutup pintu bagi OKP yang tidak hadir di Musda Surabaya. Karena mereka adalah bagian dari keluarga besar OKP Jatim. Saya akan sangat mengapresiasi jika dapat terlibat dalam kegiatan-kegiatan mereka, soal KNPI boleh berbeda, tapi soal peranan pemuda kita tetap bersatu," tandasnya. Putra anggota Fraksi Partai Golkar DPR Ridwan Hisjam ini juga mengaku kenal baik dengan Gus Ipin. Dia berharap komunikasi terus terjaga untuk menguatkan organisasi kepemudaan di Jatim. "Saya berharap dalam kegiatan-kegiatan saya kedepan, beliau tetap berkenan hadir. Begitu juga dengan saya, selama bukan kegiatan internal organisasi sepweti Rekerda atau rakorwil," tuturnya. Sementara itu Sekjen KNPI Jatim hasil Musda Surabaya Margaretha Srijaya menambahkan, pihaknya memastikan jumlah keterwakilan pengurus DPD KNPI Jatim kedepan sejumlah 30% dari total pengurus. Hal ini penting, karena sampai dengan saat ini baru ada OKP perempuan yaitu Srikandi PP yang menjadi wadah penyaluran aspirasi perempuan. "Ke depan program-program kami bergerak di bidang perempuan yaitu gerakan anti woman traficking, program pemberdayaan wanita dan juga program edukasi perempuan dan anak," ungkapnya. Tidak hanya itu, Margaretha mengungkapkan, pihaknya juga akan membuat program bagi anak difabel dan berkebutuhan khusus. Khususnya pelatihan ketrampilan, dan juga program bantuan sosial. Musda KNPI Jatim dilaksanakan di Surabaya pada Rabu (8/5/2018). (Albar)