Kisah Haru Anak Indonesia Diadopsi 40 Tahun Warga Belanda Bertemu Ibunya

Kisah Haru Anak Indonesia Diadopsi 40 Tahun Warga Belanda Bertemu Ibunya
Jakarta, Obsessionnews.com – Tiada yang tidak mungkin di dunia ini. Jika berusaha pasti berhasil. Tentunya dengan doa dan keyakinan yang penuh terhadap sang pencipta. Seperti kisah Andre Kuik. Siapa yang tak menyangka, setelah 40 tahun lamanya Andre yang diadopsi warga Belanda dan menetap di negara kincir angin itu dapat bertemu ibunya, Kartini yang tinggal di Lampung. Padahal antara Pringsewu, Lampung dan negara Belanda jarak tempuh perjalanan sangatlah jauh. Rasa lelah tak Andre hiraukan dalam perjalanan menuju Pringsewu. Demikian berita yang dilansir laman BBC, 4 Mei 2018. Andre tidak tidur di perjalanan karena membayangkan akan bertemu dengan ibu kandungnya yang ia nantikan selama 40 tahun. Begitu juga Kartini, wanita yang kini berusia renta, yakni 65 tahun juga merasakan hal yang sama. Ia tak dapat berpikir, hari yang diidamkan-idamkan bertemu anak lelakinya kini dapat terwujud. Setelah tiba di bandara Jakarta dengan pesawat terbang sekitar 15 jam dari Belanda, esok harinya, dia dan pasangannya Marjolein Wissin bergegas ke Lampung dengan penerbangan di pagi hari. Perjalanan ke Jakarta merupakan perjalanan yang ketiga kali untuk mencari identitas dirinya agar bertemu orang tua kandungnya. "Sangat bahagia, gugup dan saya sangat merasakan mereka sangat dekat," uncap Andre ketika sampai di Pringsewu, beberapa kilometer dari rumah ibunya kepada BBC yang mengikuti perjalanan Andre dari Belanda ke Lampung. Saat mobil Andre mulai melintasi perkampungan Kartini, terlihat warga ramai menanti kedatangan anak yang telah lama hilang ini. Dengan mengenakan kerudung warna hitam, sosok Kartini yang mungil telah menunggu kedatangan Andre dengan harap-harap cemas. Turun dari mobil, Andre bergegas menjumpai ibunya. Kisah haru pun terjadi, ibu dan anak ini akhirnya saling berpelukan dan menangis. Spontan saja, warga yang turut menyaksikan peristiwa haru ini ikut menangis seolah-olah merasakan apa yang dirasakan anak dan ibu yang terpisah puluhan tahun ini. "Saya merasa ini tidak nyata, " tutur Andre. Sementara Kartini merasa juga tidak yakin seolah bermimpi. "Seneng banget, anak hilang iso ketemu meneh (bisa bertemu kembali), iso balik meneh (bisa kembali lagi), anak lanang bisa balik (anak laki-lakiku bisa kembali)," kata Kartini dalam bahasa yang bercampur Indonesia dan Jawa ini. Saat ini Andre telah mengetahui bahwa dia memiliki dua kakak laki-laki Wely dan Untung serta seorang adik perempuan Dewi Agustina. Salah satu kakaknya, Untung telah meninggal saat masih kecil karena sakit. "Kalau wajahnya mirip sama ayahnya," kata Kartini sambil menatap wajah anaknya yang ketiga itu. Senyum mengembang di wajahnya.   Kartini Berpisah dengan Andre Alasan dari Theo hingga sekarang belum diketahui mengapa ia meninggalkan si buah hati di klinik. Kartini sempat kembali lagi ke klinik tersebut bersama dua anaknya Wely dan Untung, namun tidak dapat menemui anaknya. Kartini sempat marah dengan suaminya, namun Theo hanya diam seribu bahasa. Sungguh menyedihkan, anak hilang dan tak sempat memberikan nama. Kalau dicari entah kemana. Penderitaan tak hanya itu saja. Ketika hamil anak keempat, Theo meninggalkan Kartini dan tak terdengar kabarnya sampai sekarang.   Yayasan Pangkuan si Cilik di Jakarta Dalam dokumen adopsi dan akta notaris, orang tua angkat Andre, warga Belanda Jan Kuik dan Mieke Kuik menadopsi Andre pada usia lebih dari empat bulan dari Yayasan Pangkuan si Cilik di Jakarta yang dipimpin oleh Lies Darmadji pada 23 Juni 1976. Dalam kunjungan yang berlangsung selama satu pekan, Andre ingin lebih jauh mengenal keluarganya, melalui makanan, kebiasaan dan pekerjaan mereka, antara lain ikut ke sawah dan melihat pembuatan batu bata, yang menjadi pekerjaan sehari-hari kakak dan adiknya. "Saya akan belajar bahasa Indonesia, sehingga bisa berkomunikasi secara langsung ketika saya kembali lagi (ke sini) tahun depan," kata Andre. Eko Murwantoro, tim pencari orang tua kandung dari Yayasan Mijn Roots menceritakan telah melakukan tes DNA dan hasilnya positif. (Popi)