Menlu Turki: Ancaman AS Tidak Dapat Diterima

Menlu Turki: Ancaman AS Tidak Dapat Diterima

Ankara - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu megatakan Ankara tidak akan pernah menerima ancaman dan sanksi Washington terkait pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.

Cavusoglu dalam konferensi pers di Brussels, seperti dilansir kantor berita Anadolu, Jumat (27/4/2018) menambahkan, Turki akan mempelajari tawaran sekutunya tentang penjualan sistem pertahanan rudal, tetapi ancaman mereka bahwa pembelian S-400 dari Rusia akan mendatangkan sanksi AS, tidak dapat diterima. Di bagian lain, menlu Turki menyinggung pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Brussels dan mengatakan, kami mencapai kesepakatan dengan menlu baru AS terkait penarikan milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dari kota Manbij, Suriah. "Jika YPG tidak keluar dari Manbij, Ankara terpaksa akan mengambil tindakan terhadap Kurdi seperti yang dilakukan di Afrin," tegasnya. Babak baru operasi militer Turki terhadap Partai Pekerja Kurdi (PKK) dan YPG di Suriah Utara dimulai sejak 10 Maret 2018. Rusia Lawan Pemindahan Kedubes AS ke Quds Pemerintah Rusia memperingatkan kondisi akan semakin runyam bila Kedutaan Besar Amerika Serikat dipindahkan ke al-Quds yang diduduki Israel. Menurut laporan Russia Today berbahasa Arab, Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan sebuah pernyataan peringatan terkait keputusan pemerintah Amerika mengadakan acara resmi pemindahan kedubesnya ke al-Quds di pertengahan bulan depan karena kemungkinan akan menciptakan kondisi semakin runyam. Kemenlu Rusia juga menyatakan kekhawatirannya terkait semakin memburuknya krisis antara Palestina dan Israel ketika Kedubes AS dipindah ke al-Quds. Kemenlu Rusia meminta semua pihak terkait kondisi Gaza untuk menahan diri dan jangan melakukan tindakan yang dapat membuat kondisi semakin memburuk atau terjadi konflik bersenjata luas antara Gaza dan Israel. Donald Trump, Presiden Amerika pada 6 Desember 2017 mengakui al-Quds sebagai ibukota Zionis Israel, sekalipun ditentang luas baik di kawasan maupun internasional. Trump juga menyatakan tengah mempersiapkan proses pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds. Menyusul peristiwa tersebut, Sidang Umum PBB pada 21 Desember meratifikasi resolusi mendukung al-Quds dan sesuai dengan resolusi ini, PBB tidak akan mengakui al-Quds sebagai ibukota Zionis Israel. (ParsToday)