Tingkatkan Produktivitas Lansia, Dompet Dhuafa Gandeng GERLI

Tingkatkan Produktivitas Lansia, Dompet Dhuafa Gandeng GERLI
Bogor, Obsessionnews.com – Dompet Dhuafa siap menggandeng Gerakan Relawan Lansia Indonesia (GERLI) untuk mengembangkan lansia dalam mengembangkan produktivitas perputaran ekonomi. Apalagi dengan majunya teknologi dan gaya hidup, para lansia harus dirangkul agar tidak tergantung pada orang lain. Inisiator dan Pendiri Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Parni Hadi, mengatakan, GERLI ini merupakan gerakan hati demi kebaikan diri sendiri dan secara bersama-sama dan bagian dari Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) untuk meningkatkan produktivitas lansia. “Peningkatan produktivitas lansia menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan sekaligus sebagai tantangan dalam pembangunan nasional. Peningkatan produktivitas lansia akan membawa dampak terhadap kondisi sosial ekonomi dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam pemerintahan,” kata Parni melalui rilis yang diterima Obsessionnews, Selasa (24/4/2018). Menjadi relawan pada usia lansia, kata dia, merupakan salah satu pilihan untuk menikmati masa tua yang sehat, bermanfaat dan bahagia. Kegiatan relawan meliputi antara lain menolong sesama, menjadi guru, mendongeng dan menjadi pemandu. “GERLI juga dikatakan wadah kegiatan dari oleh dan untuk para lansia Indonesia yang peduli dan dengan suka rela, suka cita, senantiasa bersedia menolong diri sendiri dan sesama sepanjang masa dengan dan demi cinta (with and for love). Lansia yang dimaksud mereka yang berusia di atas 65 tahun, sementara sesama dengan maksud seluruh makhluk ciptaan Allah SWT, isi alam semesta termasuk manusia, hewan dan tumbuhan. Pada GERLI juga mempunyai landasan, yaitu Pancasila. Sifat dari GERLI ini yaitu independen, terbuka untuk semua lansia, terlepas dari gender, ras, suku, bangsa, budaya, agama, ideologi dan profesi,” tutupnya. Sebagai informasi, berdasarkan data Satuan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2016, jumlah penduduk Lansia terus bertambah dengan rincian penduduk usia kerja lansia sebanyak 22,79 juta orang, angkatan kerja lansia 10,96 juta orang, penduduk lansia yang bekerja sebanyak 10,79 juta orang, penganggur terbuka lansia sebanyak 165.702 orang. Pengangguran terbuka lansia lebih banyak pada laki-laki, yaitu sebesar 99.229 orang daripada perempuan sebesar 66.473 orang. Sedangkan menurut wilayah, pengangguran terbuka lansia perkotaan lebih banyak dibandingkan di pedesaan. (Iqbal)