Kejam! Rezim Israel Cegah Anak-anak Sakit untuk Berobat

Kejam! Rezim Israel Cegah Anak-anak Sakit untuk Berobat
Rezim Zionis Israel menolak untuk memberikan sertifikasi perawatan medis bagi Abdul Rahman Nofal, 11 tahun, agar bisa dirawat di rumah sakit Tepi Barat. Nofal terluka pada di bagian kaki akibat tertembus peluru sniper rezim Zionis Israel ketika mengikuti Pawai Damai Hak untuk Pulang Palestina di timur perbatasan Jalur Gaza pada hari Rabu, 18 April 2018. Menurut Alalam, bocah Palestina itu ditembak di Kamp al-'Audah meskipun ia tanpa senjata apapun. Akibatnya, kaki kirinya terluka parah dan ada kemungkinan harus diamputasi. Mengingat peralatan medis yang terbatas di Gaza, kelurga Nofal berusaha untuk membawa bocah ini berobat ke rumah sakit di Tepi Barat. Salah satu rumah sakit di Tepi Barat telah bersedia untuk merawat Nofal, namun otoritas Zionis tidak mengizinkan pasien kecil ini keluar dari Gaza. Ayah Nofal kepada kantor berita Shehab mengatakan bahwa kaki putranya itu beresiko untuk diamputasi. Ia meminta lembaga-lembaga internasional dan kemanusiaan untuk membantu menyelamatkan putranya itu. Pawai Akbar Hak untuk Kembali Palestina yang digelar di perbatasan Gaza akan dilanjutkan hingga peringatan pembentukan rezim palsu Zionis pada tangal 15 Mei yang dikenal dengan Hari Nakba. Mereka menuntut hak kepulangan warga Palestina ke tanah air mereka. Pawai tersebut dimulai pada tanggal 30 Maret 2018 dan hingga sekarang, 34 peserta pawai gugur syahid tertembus peluru pasukan keamanan rezim Zionis dan lebih dari 3.700 lainnya terluka. (ParsToday)