Novita Hotel, Persinggahan Pejabat Tinggi Terbakar

Novita Hotel, Persinggahan Pejabat Tinggi Terbakar
Jambi, Obsessionnews.com -  Kompleks Novita Hotel di Jambi masih dijaga ketat, Selasa (10/4/2018). Hotel bintang lima itu mengalami kebakaran hebat pada Senin (9/4) kemarin, sekitar pukul 18.00 WIB. Sekitar 84 orang pengunjung dievakuasi. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang hampir sebagian gedung  dilalap si jago merah. Empat diantara pengunjung hotel dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak nafas karena kekurangan oksigen. Kapolda Kota Jambi, Brigjen Pol Muchlis AS di lokasi kejadian memerintahkan personelnya ikut serta dalam proses pemadaman agar api yang kala itu semakin membesar. "Sementara belum ada (korban jiwa), mudah-mudahan tidak ada,” kata Muchlis kepada wartawan. Api pertama kali muncul di lantai empat, lantai pusat kebugaran seperti ruangan gym, sauna. Sekitar 156 mobil pemadam kebakaran (Damkar) silih berganti menyemrotkan air. Empat unit mobil water canon milik Polda Jambi ikut berjibaku memadamkan api. Hotel Novita termasuk salah satu hotel tua dan termegah di Kota Jambi. Hotel bintang 4 itu awalnya bernama Novotel dan resmi berdiri pada 29 September 1996. Pada tahun 2010 hotel itu berganti nama menjadi Novita Hotel. [caption id="attachment_240651" align="alignleft" width="300"] Novita Hotel terbakar. (Foto: novitahotel.com)[/caption] Novita adalah nama bunga yang sangat harum dan wangi di daratan Eropa. Ini merupakan salah satu simbol dan komitmen pelayanan pihak hotel yang baik kepada para tamu agar tetap mempunyai nama yang harum. Tak heran, setiap pejabat tinggi negara yang berkunjung ke Jambi tak lupa menginap di hotel tersebut. Salah satunya orang yang pernah menjadi nomor satu di Indonesia, yakni Susilo Bambanag Yudhoyono (SBY) yang kala itu menjabat sebagai Presiden ke-6 RI. Berita tentang Novita Hotel menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia, hari ini hingga pukul 13.00 WIB, berita tersebut dicari lebih dari 20.000 kali. (Popi)