Jalani 'Fit and Proper Test' Ini Profil Perry Calon Gubernur BI

Jalani 'Fit and Proper Test' Ini Profil Perry Calon Gubernur BI
Jakarta, Obsessionnews.com - Perry Warjiyo adalah calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia tengah menjalani fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan ) di Komisi XI DPR RI hari ini, Rabu (28/3/2018). Ia akan menggantikan Gubernur BI Agus DW Martowardojo yang berakhir masa jabatannya pada Mei 2018. Di dunia perbankan, nama Perry cukup dikenal. Ia diangkat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden 28/P Tahun 2013. Ia secara resmi memulai jabatannya sejak tanggal 15 April 2013 untuk masa jabatan 2013–2018. Alumnus Universitas Indonesia (UI) ini memang menguasai isu ekonomi dan memiliki riset yang kuat dalam bidang kebijakan moneter, isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa serta utang luar negeri. Perry juga pernah menulis dan menerbitkan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional. Ia pun sempat menjadi pengajar di sejumlah universitas, termasuk sebagai pengajar pada program pascasarjana UI di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional. Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah pada 25 Februari 1959 pernah juga mengenyam pendidikan sarjana dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1982. Sejak awal ia memang selalu menekuni ilmu dan pekerjaan di dunia ekonomi dan perbankan. Ia bahkan pernah melanjutkan pendidikan magister di Iowa State University, AS dan lulus pada tahun 1989 dengan gelar Master of Science (Msc) di bidang ekonomi moneter dan internasional. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan doktoral di universitas yang sama dan memperoleh gelar PhD di bidang ekonomi moneter dan internasional pada tahun 1991. Di dunia ekonomi, Perry memulai kariernya di bank sentral pada tahun 1984. Jabatan pertamanya adalah staf desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan dan pengawasan kredit. Pada tahun 1992-1995, Perry menjabat Staf Gubernur BI. Setelah itu, pada tahun 1998 Perry menjabat sebagai Kepala Biro Gubernur. Pada tahun 2001, Perry diangkat sebagai project leader Unit Khusus Program Transformasi BI. Adapun pada tahun 2003, ia menjabat sebagai Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan. Setelah itu, pada tahun 2005-2007, Perry menjabat sebagai Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI. Pada tahun 2007-2009, Perry menerima penugasan di Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai Direktur Eksekutif, South East Asia Voting Group (SEAVG). Dalam jabatannya tersebut, Perry mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group. (Albar)