Soal Indonesia Bubar, Mahfud: Pandangan Pesimistis Harus Dibantah

Jakarta, Obsessionnews.com - Ucapan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bakal bubar pada tahun 2030 menjadi ucapan yang kontroversial. Banyak orang yang menilai ucapan Prabowo sebagai bentuk kepedulian. Namun banyak juga yang menilai sikap Prabowo wujud dari sifat pesimistis seorang pemimpin dalam membangun negara. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD ikut berkomentar soal tersebut. Ia mengatakan hal-hal yang berbau pesimistis harus dibantah. Ia sangat yakin Indonesia ke depan justru semakin maju. Sebab ada juga penelitian secara ilmiah yang mengatakan Indonesia dalam kurun waktu beberapa puluh tahun ke depan akan menjadi negara maju. "Bg sy soal kelangsungan dan takkan bubarnya Indonesia itu soal prinsip. Pandangan2 yg pesimistis hrs dibantah. Kalau alasannya soal ilmiah, ada hasil studi McKensey dan PWC bhw thn 2030 Indonesia masuk 7 besar kekuatan ekonomi. Tp kalau maksudnya ajakan agar kita2 ber-hati2 OK sj," ujar Mahfud dalam akun Twitternya, @mohmahfudmd, Sabtu (24/3/2018). Prabowo sebelumnya menyebut ada kajian yang dilakukan negara lain di dunia, bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 mendatang. "Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi, di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo dalam video yang diunggah akun Facebook dan Twitter resmi partainya. Belakangan diketahui pernyataan Prabowo tersebut mengutip novel fiksi ilmiah 'Ghost Fleet: A Novel of the Next World War' kaywa PW Singer and August Cole, 2015. Untuk itu banyak orang yang mengatakan ucapan Prabowo sebagai cerita fiksi belaka. (Albar)





























