Jokowi Doakan Nyak Sandang, Donatur Pesawat Indonesia Segera Pulih

Jokowi Doakan Nyak Sandang, Donatur Pesawat Indonesia Segera Pulih
Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi turut mendoakan Nyak Sandang (91) yang akan menjalani operasi katarak. Jokowi berharap agar kesehatannya dapat segera pulih kembali. Nyak Sandang merupakan kakek asal Aceh yang turut menyumbangkan hartanya untuk pembelian pesawat pertama Indonesia. "Saya titip salam untuk beliau. Semoga lekas sembuh," ujar Jokowi dalam keterangan pers, Sabtu (24/3/2018). Nyak Sandang akan menjalani operasi katarak pada Selasa, 27 Maret 2018. Ia sempat sakit dan kini telah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Rencananya pada hari ini, ia akan menjalani pemeriksaan oleh tim dokter ahli. Jokowi sempat mendengar kabar Nyak Sandang sakit, kepala negara pun mengutus bawahannya untuk membawa Nyak Sandang ke Rumah Sakit RSPAD Jakarta. Sesampainya di RSPAD, tim dokter langsung mengambil tindakan yang diperlukan, yaitu pemasangan kateter. Sakitnya Nyan Sandang sepulang dari pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Rabu (21/3/2018) lalu. Saat bertemu Jokowi, Nyak Sandang menyampaikan sejumlah keinginannya, termasuk soal operasi katarak dan bisa segera berhaji ke Tanah Suci Mekkah. Maturidi, anak Nyak Sandang mengatakan ayahnya mengeluh kesakitan saat baru tiba di hotel. Nyak Sandang mengeluh sakit saat ingin buang air kecil. Atas instruksi Presiden, melalui Kepala RSPAD dr. Terawan Agus Putranto, SpRad (K) RI, Nyak Sandang dibawa ke RSPAD. “Kira-kira pukul 02.00 WIB malam Ayah mengeluh sakit dan tidak bisa buang air kecil. Saya langsung hubungi dan minta tolong pihak Istana dan saat itu juga langsung datang ambulans," kata Maturidi. Kediaman Nyak Sandang terletak di Gampong Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Usia Nyak Sandang tak lagi muda. Namun pria kelahiran Mukhan, 4 Februari 1927 itu masih mengingat jelas peristiwa yang terjadi pada 1950 silam. Nyak Sandang berkisah, saat itu masyarakat Aceh sangat antusias untuk menyumbang pembelian pesawat. Khususnya warga Lamno, Aceh Jaya. Seruan untuk menyumbang datang dari seorang ulama yang disegani dan dihormati. Adalah Abu Sabang atau Muhammad Idrus. Demi bisa membantu pemerintah, orang tua Nyak Sandang rela menjual tanah yang ditanami 40 pohon kelapa. Ketika itu laku Rp 100 ribu. Selanjutnya uang diserahkan kepada perwakilan pemerintah. Diketahui, saat itu Indonesia memiliki pesawat pertama bernama Dakota RI-001. Burung besi itu merupakan hasil sumbangan masyarakat Aceh. Salah satunya adalah keluarga Nyak Sandang. (Has)