Jelang Pemilu, Aktivitas Medsos Malaysia Meningkat

Jelang Pemilu, Aktivitas Medsos Malaysia Meningkat
Menjelang pemilu di Malaysia yang rencananya akan digelar pada Mei 2018, para pengguna jejaring media sosial (medsos) di negara ini meningkatkan aktifitasnya untuk menyambut pemilu yang tanggal pastinya belum diumumkan oleh Perdana Menteri Malaysia ini. Seperti dilansir IRNA, Sabtu (24/2/2018), jejaring sosial yang telah berpengaruh di berbagai sektor, kali ini juga menunjukkan perannya di bidang politik di Malaysia. Media informal ini setidaknya akan memiliki kehadiran yang signifikan dalam persaingan pemilu di Malaysia bersamaan dengan media cetak, audio dan audio-visual resmi lainnya di negara itu. Para politisi Malaysia meyakini bahwa para pemuda negara ini bisa memainkan peran penting dalam pemilu mendatang untuk mengantarkan partai-partai politik ke kursi kekuasaan. Oleh karena itu, mereka memberikan perhatian khusus kepada para pengguna media sosial yang mayoritasnya adalah para pemuda. Disebutkan bahwa jumlah pengguna jejaring sosial di Malaysia pada tahun 2015 sekitar 17,5 juta orang, di mana tahun ini meningkat menjadi lebih dari 19 juta orang. Koalisi di Barian Nasional yang melihat kekutan jejaring sosial dalam pemilu sebelumnya, telah lama memulai aktivitasnya dengan mempublikasikan pesan-pesannya melalui surat kabar pemerintah, televisi, dan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter untuk mencapai kemenangan dalam pemilu mendatang. Pemilu atau pilihan raya Malaysia mendatang diperkirakan bakal panas setelah mantan perdana menteri negara ini, Mahathir Mohamad menyatakan mencalonkan diri. Menurut The Star, Mahathir Mohamad akan berpasangan dengan Wan Azizah Wan Ismail, istri Anwar Ibrahim, melalui Pakatan Harapan melawan petahana, Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak. Mahathir Mohamad, 92 tahun, menjabat sebagai perdana menteri Malaysia selama 22 tahun dari 16 Juli 1981 hingga 31 Oktober 2003. Menjelang pilihan raya, Mei 2018, Mahathir mencalonkan diri menjadi perdana menteri yang bergabung dengan mantan wakil perdana menteri, Anwar Ibrahim. Berdasarkan data terbaru, pemuda Malaysia dengan rentang usia 21 hingga 30 tahun sekitar 45 persen dari 14,8 juta orang yang telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam pemilu. Saat ini, Facebook Najib tun Razak, 64 tahun, yang berkuasa sejak 2009 lalu memiliki sekitar 3, 4 juta followers. Sementara akun Facebook Mahathir Mohamad memiliki sekitar 2,5 juta followers. (ParsToday)