Melawan Doa Habib

Oleh: Iyus Khaerunnas Malik (Ketua GNPF Ulama Bogor Raya) Kepulangan Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab ditunda. Ini bukan sembarang keputusan, tapi keputusan yang sudah didialogkan dengan Allah 'Azza wa Jalla, melalui (media) sholat istikharah (keputusan langit). Jawabannya --untuk sementara ditunda. Sedangkan lawan politik atau pihak yang tidak suka terhadap Habib sudah menyebar aneka macam fitnah, nyinyiran, hasutan, berita hoax dsb, seperti ucapan pengecut lah, tidak ksatria lah, mau enaknya sendiri lah dsb, dimaksudkan agar rakyat Indonesia terpengaruh black campagne mereka bahwa Habib itu tidak ada apa-apa nya alias nonsense! Memang benar Habib manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Akan tetapi ingatlah orang muslim yang berjuang dengan ikhlas (memurnikan keyakinan kpd Allah saja) demi agama dan negara, Allah akan berikan keistimewaan, yakni diberinya kekuatan dengan kekuatan Allah Yang Maha Kuat (ya Qowiyy - ya Mathin) -- sebab tiada daya dan kekuatan kecuali (bersandar pada) kekuatanNya semata. Mungkin sebagian yang benci habib juga (para munafik, fasik) berdoa agar Habib di"enyahkan" dari bumi persada Indonesia karena dianggap memecah belah persatuan & kesatuan, penyebar virus intoleran (versi mereka). Para pembenci tidak sadar (atau tidak mau sadar) bahwa doa itu adalah hushnul muslim (senjata orang muslim) yang mana bila doa itu dibaca dengan penuh keikhlasan, memurnikan keyakinan, dengan suara yang lirih serta harap-harap cemas... Terlebih dibaca di tempat-tempat khusus (berdasarkan dalil Al-Qur'an & Sunnah) seperti Multazam (antara Maqom Ibrahim dengan Ka'bah) atau raudhoh (antara mimbar masjid Nabawi dengan makam Nabi Saw) maka tentu lebih dahsyat out put-nya. Kita tahu bahwa posisi Habib sekarang di Makkah, tentu doa-doa beliau didengar oleh Allah, karena berada di tempat terbaik di bumi ini, bahkan Dajjal pun bisa terbakar kalau memasuki dua kota suci ini;Makkah & Madinah. Sejatinya muslim memang demikian, tidak boleh mendahului Allah dalam mengambil sebuah langkah-keputusan terlebih keputusan tsb adalah demi kemaslahatan umat & bangsa yang lebih besar. Ingatlah Allah Maha Tahu segala sesuatu ... Manusia amatlah awam tidak tau apa yang bakal terjadi kedepannya. Dialah Allah Yang Maha Tahu hal-hal gaib sementara kita hanya tahu apa yang tampak secara dhohir dan dilihat oleh Indra kasat kita. Allah punya skenario terbaik untuk umat Islam di Indonesia dan kita harus bersabar menjalaninya sambil bertawakal kepadaNya, all out! Tentu Allah sayang kepada umat Islam di Indonesia yang sekarang berada dalam kungkungan kapitalisme global dan kezaliman kaum mutrofin (anak ideologis dari qorun la'natullah alaih) juga ruwaibidhah (manusia bodoh akan agama namun mengendalikan posisi strategis). Mereka lah yang bahu membahu ingin menumpas habis isme dan gerakan Habib Rizieq, karena kepentingan ekonomi-politiknya terganggu. Suka tidak suka, senang tidak senang... Habib Rizieq lah yang sekarang menjadi uluw baqiyah yanhawna 'anil fasaadi fil ardh (avant garde ;garda terdepan melawan kerusakan & kedunguan di negeri ini). Lalu, apa yang mesti dilakukan oleh umat Islam di Indonesia khususnya para alumni 212. 1. Komunikasi intens dengan beliau untuk mendapatkan arahan, taujh, perjuangan ke depan. 2. Merapatkan barisan dari Sabang hingga Merauke melalui silaturrahmi, rajutan ukhuwah kemudian memperkuat wihdah al-ummah. 3. Berdoa dan bergerak... Termasuk menggerakkan sayap-sayap gerakan 212, seperti di bidang ekonomi, adanya mart212, komunitas anti riba, beli Indonesia, dst. Dalam politik seperti menyatukan partai-partai politik pro Islam, pro keadilan serta pro kesejahteraan rakyat, tidak menyatu dg partai2 yg malah menistakan agama bahkan menyetujui kebijakan-kebijakan yg menyandra gerakan dakwah Islam. Kalau masih ada yg seperti itu, berarti umat Islam masih ambivalen alias mudabdabin (untuk tidak menyebut dasar munafik luh!). Begitu pun di dunia pendidikan.. harus senantiasa digelorakan memgenai ideologi Islam serta rasa cinta kpd negeri ini berlandaskan nilai-nilai islami;juga alwala walbaro, dsb. Sebab Indonesia ini adalah milik Allah--Allah senang jika bumi Indonesia adalah tempat sujudnya orang-orang saleh sambil istiqamah menjalankan syariatNya. Mari kita doakan Guru sekaligus Imam Besar kita Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab sehat wal-'afiat dan terus (bersama umat Islam se-Indonesia) mengawal NKRI ini senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah SWT (atho'ah al-kamilah;ketaatan yg sempurna) juga terhadap konstitusi negara, UUD '45, yang sudah banyak dikhianati oleh kepentingan asing & aseng, sehingga meruntuhkan Marwah kita sebagai bangsa yang berdaulat. Insyaallah di saat yang tepat Habib pasti pulang dan kembali memimpin gerakan ini lebih dahsyat dari apa yang diperkirakan oleh para musuhnya sambil bersandar pada statemen Alquran, jika Allah sudah menghendaki sesuatu, maka pasti terjadilah, dan sesuatu itu adalah Indonesia diberi Sulthonan Nashiro (pemimpin yang menolong agama Allah) pada 2019 nanti. Takbir!!!





























