Mahfud MD : Arief Hidayat Harus Terima Didesak Mundur dari Ketua MK

Jakarta, Obsessionnews.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai desakan terhadap Arief Hidayat supaya mundur dari jabatannya sebagai hal yang wajar. Menurut Mahfud desakan tersebut harus diterima sebagai konsekuensi dari apa yang telah dilakukan Arief. "Itu konsekuensi saja dari peristiwa-peristiwa yang mendahului," kata Mahfud di Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Tamansari, Glodok, Jakarta Barat, Jumat (16/2/2018). Mahfud mengatakan dirinya bukan bagian dari pihak yang mendesak mundur Arief. Mahfud memposisikan diri sebagai pihak yang membisikan nurani masyarakat. Nantinya Arief memilih mundur atau tidak, ucap Mahfud, merupakan pilihannya sendiri. "Jadi itu terserah saja. Saya tidak menjadi bagian dari orang yang mendesak-desak mundur hakim MK. Tapi saya jadi bagian dari yang memberi bisikan nurani yang ada di denyut kehidupan masyarakat. Mau mundur atau tidak, ya terserah saja," kata Mahfud. Desakan mundur Arief sebagai Ketua MK berasal dari berbagai kalangan. Seperti 54 guru besar dari sejumlah universitas di Indonesia mendesak Arief Hidayat mundur. Desakan mundur ini disampaikan sebagai upaya menjaga marwah MK karena Arief dua kali kena sanksi etik. Arief dianggap melakukan pelanggaran. Pertama, memberi katebelece kepada salah seorang jaksa agung muda untuk promosi jabatan seseorang atau untuk pembinaan kepegawaian seseorang. Kedua, dia disebut bertemu dengan anggota DPR di hotel untuk membicarakan pengangkatannya kembali sebagai hakim MK. Berikut ini 54 guru besar yang meminta Arief Hidayat mundur sebagai Ketua MK: I. Prof. A. P. Moenta (Universitas Hasanuddin) 2. Prof. Abdush Shomad (Universitas Airlangga) 3. Prof. Ade Maman Suherman (Dekan FH Universitas Jendral Soedirman) 4. Prof. Agus Pramusinto (Universitas Gadjah Mada) 5. Prof. Ahmad Alim Bachri (Universitas Lambung Mangkurat) 6. Prof. Ali Agus (Universitas Gadjah Mada) 7. Prof. Amir lmbaruddin (STIA LAN Makassar) 8. Prof. Anna Erliyana (Universitas Indonesia) 9. Prof. Anwar Borahima (Universitas Hasanudin) 10. Prof. Asep Saefuddin (Institut Pertanian Bogor) 11. Prof. Azyumardi Azra (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah) 12. Prof Bagung Suyanto (Universitas Airlangga) 13. Prof. Bambang Widodo Umar (Universitas Indonesia) 14. Budi Santosa (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) 15. Prof. Cahyono Agus (Universitas Gadjah Mada) 16. Prof. Denny Indrayana (Universitas Gadjah Mada) 17. Prof. Faturochman (Universitas Gadjah Mada) 18. Prof Frans Limahelu (Universitas Airlangga) 19. Pref. Giyatmi (Universitas Sahid) 20. Prof Hariadi Kartodihardjo (Institut Pertanian Bogor) 21. Prof Hendra Gunawan (Institut Teknologi Bandung) 22. Prof Janianton Danik (Universitas Gadjah Mada) 23. Prof Kholil (Universitas Sahid) 24. Prof Komarudin Hidayat (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah) 25. Prof. M Hawin (Universitas Gadjah Mada) 26. Prof. M Yamin Lubis (Universitas Sumatera Utara) 27. Prof. Marchaban (Universitas Gadjah Mada) 28. Prof. Maria SW Sumardjono (Universitas Gadjah Mada) 29. Prof Mayling Oey (Universitas Indonesia) 30. Prof Mohammad Maksum (Universitas Gadjah Mada) 31. Prof. Muhadjir Darwin (Universitas Gadjah Mada) 32. Prof. Muhammad AS Hikam (Universitas Presiden) 33. Prof. Nadirsyah Hosen (Monash University) 34. Prof Ningrum Natasya Sirait (Universitas Sumatera Utara) 35. Prof. PM Laksono (Universitas Gadjah Mada) 36. Prof. Purwo Santosa (Universitas Gadjah Mada) 37. Prof. Ratno Lukito (Universitas Negeri Islam Sunan Kalijaga) 38. Prof. Riris Sarumpaet (Universitas Indonesia) 39. Prof. Rusli Muhammad (Universitas Islam Indonesia) 40. Prof. Sangkala (Universitas Hasanuddin) 41. Prof. Saparinah Sadli (Universitas Indonesia) 42. Prof. Sigit Riyanto (Universitas Gadjah Mada) 43. Prof. Siti Zuhro (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) 44. Prof. Safri Sairin (Universitas Gadjah Mada) 45. Prof Sri Nugroho Marsoem (Universitas Gadjah Mada) 46. Prof Sulistyowati lrianto (Universitas Indonesia) 47. Prof. Sunjoto (Universitas Gadjah Mada) 48. Prof. Susetiawan (Universitas Gadjah Mada) 49. Prof. Syamsuddin Haris (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) 50. Prof. Syafruddin Karimi (Universitas Andalas) 51. Prof. Tri Lisiani (Universitas Jenderal Soedirman) 52. Prof. Tri Widodo (Universitas Gadjah Mada) 53. Prof. Wahyudi Kumorotomo (Universitas Gadjah Mada) 54. Prof. Yeremias T. Keban (Universitas Gadjah Mada). (Has)





























