Kartu Kuning

Oleh: Tsamara Amany Alatas, Politisi Partai Solidaritas Indonesia
Bagaimana baiknya kita meletakkan persoalan aksi "Kartu Kuning" yang dilakukan Zaadit Taqwa, Ketua BEM UI pada Jumat, Februari lalu?Saya harap kita dapat melihatnya secara menyeluruh dari unsur yang terlibat, yakni Presiden Jokowi, Zaadit dan "Kartu Kuning", sebagai simbol pesan.
Melihat tiga unsur diatas, maka buat saya lengkap sudah unsur praktik komunikasi atau dialog antara pemerintah dengan mahasiswa dan pesan yang ada.Zaadit sebagai mahasiswa merasa harus memberi kritik pada pemerintahan Presiden Jokowi. Pesan Zaadit berupa "Kartu Kuning" adalah simbol yang mewakili tiga tuntutan:1. Peristiwa gizi buruk di Asmat.2 Pati Polri menjadi Plt Kepala Daerah.3. Permendikit soal Organisasi Kemahasiswaan.Tiga tuntutan ini menurut saya masuk akal dan tidak salah. Ada beberapa poin yang saya setuju. Misalnya soal pati Polri menjadi Plt kepala daerah yang menurut saya kurang menghargai peran birokrat. Polisi harus fokus menjaga keamanan dan tidak perlu ikut mengurus administrasi pemerintahan daerah.Soal Asmat, Presiden Jokowi sebagai penerima pesan sudah merespons aksi tersebut. Ia berniat memberangkatkan Zaadit dan kawan-kawan mahasiswa BEM UI lainnya ke daerah pedalaman suku Asmat. Saya rasa ini bentuk sikap demokratis Presiden Jokowi yang ingin mahasiswa melihat permasalahan secara lebih menyeluruh.Saya mendukung apa yang dilakukan Zaadit sebagai sikap kritis mahasiswa. Kita butuh sikap kritis mahasiswa. Saya dukung respons balik Presiden Jokowi yang begitu lapang dada menerima kritik.Tidak ada yang salah dari keduanya. Yang salah adalah upaya mempolitisasi aksi mahasiswa yang murni gerakan kepedulian masyarakat. Tentu kita sudah membaca bagaimana dua pimpinan DPR RI dari kalangan oposisi ikut mengangkat kartu kuning bahkan kartu merah sebagai tanda “Jokowi satu periode”.Dalam tahun politik seperti ini, memang berbagai bentuk aksi cenderung mudah dipolitisasi. Oleh sebab itu, saya berharap kawan-kawan mahasiswa tetap konsisten menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus menjauhkan diri dari pihak-pihak yang ingin mempolitisasi aksi mereka ini.Dukung gerakan mahasiswa, tolak mereka yang mempolitisasinya!





























