Gerindra Akan Menangkan Prabowo sebagai Presiden pada 2019!

Gerindra Akan Menangkan Prabowo sebagai Presiden pada 2019!
Jakarta, Obsessionnews.com – Partai Gerindra genap berusia sepuluh tahun pada 6 Februari 2018. Menginjak usia satu dekade, kini partai besutan Prabowo Subianto ini semakin percaya diri dan siap memenangkan Pemilu 2019. Apalagi selama sepuluh tahun ini Gerindra terus tumbuh menjadi salah satu partai besar dan berpengaruh. Pada Pemilu pertamanya di tahun 2009, Gerindra langsung masuk delapan besar dengan meraih 26 kursi DPR RI. Itu capaian yang bagus, mengingat saat itu Gerindra baru berusia setahun. Lima tahun sesudahnya, pada Pemilu 2014, Gerindra berhasil masuk tiga besar. Jumlah perolehan kursi naik menjadi 73, artinya melonjak hingga sekitar 200 persen. Sesudah reformasi, lonjakan suara Gerindra empat tahun lalu itu merupakan rekor baru, memecahkan rekor lonjakan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2009. [caption id="attachment_231238" align="alignnone" width="640"]Fadli Zon Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Foto: Twitter @fadlizon)[/caption] “Bisa masuk ke jajaran tiga besar tentu saja menunjukkan adanya peningkatan dukungan rakyat kepada kami. Itu artinya rakyat percaya kepada kami, merasa terwakili oleh program-program dan apa yang disuarakan oleh Partai Gerindra selama ini,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon di laman Facebooknya, Rabu (7/2). Fadli yang juga Wakil Ketua DPR RI menambahkan, dukungan tersebut juga tercermin dari hasil Pilkada serentak 2015 dan 2017, di mana Gerindra berhasil meraih angka kemenangan di atas 50 persen. “Dari sisi kaderisasi, kami juga mencapai banyak kemajuan. Ini bisa dilihat dari 70 persen kandidat kepala dan wakil daerah dalam pilkada serentak merupakan kader internal,” tuturnya. Fadli mengungkapkan, jika tak ingin ditinggalkan rakyat, Gerindra tentu tak boleh mengkhianati kepercayaan mereka. Seperti yang sering disuarakan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, kader-kader Gerindra harus disiplin menjaga amanat tersebut, baik pada saat berada di luar pemerintahan, maupun jika kelak memegang kekuasaan pemerintahan. Fadli menyatakan kegembiraannya, karena pada 2014 dan 2016 Gerindra menjadi partai politik paling transparan menurut Komisi Informasi Publik (KIP). Itu menandakan Gerindra berkomitmen menjadi organisasi politik yang transparan, modern dan profesional. “Itu sebabnya kami optimis, dengan terus menjaga konsistensi, Gerindra bisa menjadi partai pemenang Pemilu di tahun 2019,” tandasnya. Menginjak usia sepuluh tahun, sebagai sebuah organisasi Gerindra tentu harus mulai berpikir strategis. Organisasi ini harus semakin berpijak pada ideologi, gagasan dan kaderisasi. “Jika tidak, kami bisa saja digilas oleh roda pasang-surut yang ekstrem, seperti yang pernah dialami oleh sejumlah partai lain. Karena itu, di ulang tahun Gerindra ini, saya ingin mengajak kepada seluruh kader agar tidak terlena. Yang harus kita kedepankan adalah ide dan gagasan serta keberpihakan pada rakyat,” tegasnya. Menurutnya, salah satu gagasan yang telah menjadi trade mark Partai Gerindra adalah Ekonomi Kerakyatan. Itu merupakan ideologi pembangunan Gerindra, bahwa pembangunan mestinya berpusat pada rakyat, bukan bertumpu pada proyek infrastruktur jalan. “Saat ini, misalnya, kita ribut mengenai kenaikan harga beras, tapi mengabaikan bagaimana sesungguhnya nasib para petani beras. Jika stok pangan menurun, pemerintah sibuk mengimpor beras, tanpa mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap petani,” ujar Fadli. Di tempat lain, lanjutnya, kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu adalah ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Padahal, pada saat bersamaan, nelayan kita masih menjadi kelompok termiskin, bahkan sempat menjadi kelompok yang rentan terkena kriminalisasi gara-gara persoalan alat tangkap. “Kami mendengarkan keluh kesah rakyat atas situasi yang mereka hadapi saat ini. Liberalisasi investasi, banjir tenaga kerja asing, penciptaan utang baru yang jor-joran, kini terbukti telah memukul kehidupan rakyat dan menekan perekonomian kita. Semua itu harus segera dikoreksi. Seluruh kader Gerindra harus berkepentingan untuk mengoreksi semua itu,” kata Fadli. Bagaimana caranya? “Menangkan Pemilu Legislatif dan jadikan Ketua Umum DPP Partai Gerindra sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2019! Itu jalan yang harus kita tempuh untuk mengubah carut-marut negeri kita yang makin salah urus hari ini. Dirgahayu Partai Gerindra. Mari kita rebut kembali Indonesia Raya!,” tegasnya. (arh)