PDI-P Nilai Aksi Kartu Kuning Mahasiswa Karena Kurangnya Ruang Dialog

PDI-P Nilai Aksi Kartu Kuning Mahasiswa Karena Kurangnya Ruang Dialog
Jakarta, Obsessionnews.com - Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menilai aksi protes yang dilancarkan Ketua  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI)  Zaadat Taqwa dengan memberikan kartu kuning kepada Presiden Jokowi sebagai imbas dari kurangnya ruang dialog. Hasto menduga aksi protes itu dilakukan lantaran adanya informasi yang tidak sampai ke mahasiswa. “Presiden aja tersenyum-senyum dan kemudian merangkul bersama. Ini kan lebih kepada masalah berdialog," ujar Hasto saat bersama sejumlah elite PDI-P mengunjungi kantor The Wahid Institute, Jakarta, Senin (5/1/2018). PDI-P, lanjut Hasto, tak ada keinginan untuk menyerang Zaadit di media sosial usai melontarkan kartu kuning. Dia justru ingin berdialog saja dengan mahasiswa Fakultas MIPA tersebut. Ke depan PDI-P akan lebih memperkuat dialog dengan mahasiswa. Hal itu dilakukan agar terciptanya satu kesepahaman antara mahasiswa dan PDI-P. "Berdialog aja, kan masalah itu bisa diselesaikan dengan dialog. Setelah kita dialog nanti kartu hijau yang akan disampaikan," tandas Hasto. PDI-P bisa memaklumi protes dari mahasiswa lantaran sikap mahasiswa memang progresif dan aktif, termasuk dalam mengkritik pemerintah. Menurut dia, mahasiswa adalah calon pemimpin di masa yang akan datang. Sehingga dialog harus dikedepankan. Menurut Hasto, masalah akan rampung ketika dialog telah dilakukan. "Apapun mahasiswa adalah pemimpin ke depan. Namanya saja mahasiswa, dengan dialog itu akan bisa cari kesepahaman bersama," kata Hasto. Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif The Wahid Institute, Zanuba Arrifsah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid, mengaku mendukung rencana Presiden Jokowi yang akan mengirim para aktivis mahasiswa itu ke Asmat. Menurutnya, anak muda yang memiliki ide kratif dan inovatif bisa ikut menghadirkan solusi yang konkret di lapangan. “Jadi mereka bisa melihat langsung realita, kemudian mereka bisa langsung berdiskusi mencari solusi bersama-sama untuk membangun bangsa," ucap Yenny. Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menilai, kehadiran para mahasiswa di sana dianggap akan menambah pengalaman baru. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di lapangan bentuk pendidikan yang luar biasa. "Jadi saya berharap Pak Jokowi mengajak ke sana diterima tuh para ketua-ketua aktivis. Kalo perlu diajak semua biar melihat langsung di lapangan memang kenyataannya seperti itu," tandasnya. Ketua BEM UI Zaadat Taqwa mengacungkan buku berwarna kuning usai Presiden Jokowi menyampaikan pidato mengenai perkembangan global serta tantangan yang harus dipenuhi lembaga pendidikan. Peristiwa itu terjadi di Balairiung UI, Depok, Jumat (2/2/2018) pagi, saat Jokowi menghadiri Dies Natalis ke-68 UI. Tak lama berselang, Paspampres menghampiri dan memintanya untuk tidak meneruskan aksinya itu. Namun, mahasiswa itu menolak. Paspampres kemudian membawa Zaadat keluar dari Balairung. Karena aksinya tersebut, Jokowi berencana akan mengirim Zadit atau pengurus BEM UI ke pedalaman Asmat. (Has)