Pilpres 2019, Elektabilitas Golkar Saingi PDI-P

Jakarta, Obsessionnews.com - Tak lama lagi Pemilu legislatif (Pileg) 2018 dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 akan dilaksanakan serentak. Partai politik dan capres sudah menyiapkan kuda-kuda menghadapi pemilu tersebut. Survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan, hanya dua partai politik yang perolehan dukungan saat ini (elektabilitas) di atas perolehan suaranya pada pemilu legislatif 2014. Kedua partai tersebut adalah PDI-P dan Partai Golkar. Pada Agustus 2017 elektabilitas Golkar sebesar 11.6 %, berada di peringkat ketiga di bawah partai Gerindra. Pada Desember 2017, elektabilitas Golkar naik menjadi 13.8 %, dan Januari 2018 naik lagi menjadi 15.5 %. Sementara itu, elektabilitas PDI-P justru mengalami penurunan. Pada survei LSI Denny JA, Agustus 2017, elektabilitas PDI-P berada di angka 28.3 %. Naik cukup besar dari perolehan suaranya di pemilu 2014. Pada Desember 2017, elektabilitas PDI-P justru mengalami penurunan yaitu di angka 22.7 %. Dan saat ini, Januari 2018, elektabilitas PDIP sebesar 22.2 %. Menurut survie LSI ada alasan yang bisa menjelaskan mengapa elektabilitas Golkar naik dan elektabilitas PDIP menurun. Pertama, pemilih yang sebelumnya 'lari' ke partai lain terutama PDI-P, kembali ke 'kandang' Golkar. Migrasi pemilih antara PDI-P dan Golkar bisa terjadi karena kedua partai ini memiliki platform partai yang sama. "Yaitu nasionalis, dan juga memiliki basis dukungan tradisional yang sama yaitu pemilih menengah bawah (wong cilik)," ujar peneliti LSI Rully Akbar dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/1/2018). Selain itu ada faktor 'kemesraan' antara Golkar dan Jokowi yang ditandai dengan masuknya lagi kader Golkar, Idrus Marham, ke dalam kabinet kerja Jokowi juga dapat mempengaruhi. "Golkar bisa imbangi asosiasi Jokowi dengan PDI-P, dan kinerja positif Jokowi berdampak pada partai yang terasosiasi dengan Jokowi," ucapnya. Survei dilakukan dengan responden sebanyak 1.200 orang yang dipilih berdasarkan multi stage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 7 sampai tanggal 14 Januari 2018. Margin of error survei ini adalah plus minus 2.9 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber. (Poy)





























