Mardani Maming di Antara “Bumi Bersujud”

Batulicin, Obsessionnews.com - Mardani H. Maming, yang biasa dipanggil Mardani, adalah Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dua periode yang lahir di Batulicin, 17 September 1981. Mardani merupakan Bupati Termuda se-Indonesia (29 tahun) yang tercatat di rekor MURI setelah mengalahkan Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto, S.E., yang saat dilantik berusia 30 tahun. Suami dari Hj. Erwinda ini sempat menggeluti dunia usaha di mana ia menjabat sebagai Komisaris dari PT Bina Usaha. Hal ini membuat Mardani tidak hanya hebat di kancah politik, namun juga di dunia bisnis. Mardani telah merasakan panggung politik sebelum dirinya menjadi Bupati. Ia sebelumnya menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Walaupun hari-harinya disibukkan dengan kegiatan sebagai Bupati, Mardani tidak melupakan kehidupan berorganisasi. Mardani tercatat dalam organisasi Moge Tanah Bumbu, LKBH Perjuangan Tanah Bumbu, Anggota KAI Tanah Bumbu, serta politisi PDIP Kalsel. Kabupaten Tanah Bumbu berada di ujung tenggara Pulau Kalimantan. Wilayahnya terdiri dari dataran rendah, pegunungan, dan juga lautan. Anugerah alam yang melimpah menjadikan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai daerah dengan sumber daya alam yang potensial. Tepat 8 April 2017, di usianya yang ke-14, sebagai daerah otonomi baru, Tanah Bumbu telah mengalami banyak perubahan. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Mardani H. Maming dan Wakil Bupati H. Sudian Noor, berbagai upaya dan langkah-langkah strategis telah dijalankan demi kemajuan pembangunan daerah. Tanah Bumbu, kabupaten dengan motto “Bumi Bersujud” ini, siap bersaing sebagaimana visi misi yang diusung oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu periode 2016-2021, yakni “Terwujudnya Kabupaten Tanah Bumbu sebagai Poros Maritim Utama Serta Pusat Perdagangan, Industri, dan Pariwisata di Kalimantan Berbasis pada Keunggulan Lokal dan Potensi Strategis Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Sejahtera, dan Berintelektual Tinggi”. Adapun langkah-langkah strategis yang terus dijalankan di antaranya, Program 1000 Guru Berprestasi, mengembangkan wisata maritim, meningkatkan pertumbuhan perekonomian dengan mendorong percepatan pembangunan Kawasan Industri Batulicin, serta melanjutkan program kesehatan gratis dan program Satu Desa Satu Miliar. Program 1000 Guru Berprestasi merupakan program unggulan Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2017. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar di Bumi Bersujud. Dengan Program 1000 Guru Berprestasi ini, pemerintah daerah memberangkatkan sebanyak-banyaknya guru berprestasi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun. Selain mencetak sumber daya berkualitas, percepatan pembangunan Kawasan Industri Batulicin juga terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten, sebagai implementasi Peraturan Presiden RI Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Strategis Nasional yang menetapkan Batulicin masuk dalam proyek strategis nasional. Kawasan Industri Batulicin (KIB) merupakan pusat kegiatan industri yang terletak di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, yang berada di Kalimantan Selatan ini. Sedangkan dari sisi potensi kelautannya, wisata maritim dan sektor perikanan menjadi andalannya. Tanah Bumbu memang dikenal dengan wisata maritimnya yang mempesona. Khususnya, keindahan pantai dan surga bawah lautnya yang tak kalah menarik dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Dalam upaya mengembangkan wisata maritim agar bisa menjadi destinasi wisatawan domestik maupun mancanegara, pemerintah daerah pun terus berbenah. Salah satunya, dengan membangun sarana dan prasarana pendukung wisata yang bersinergi dengan beberapa instansi terkait terutama dalam hal pembangunan jalan menuju obyek wisata, sarana penginapan, maupun sarana pendukung lainnya. (Has)





























