Hoax Terbesar di Era Milenial: Produksi Padi Naik 52 % Sejak Akhir Orba

Hoax Terbesar di Era Milenial: Produksi Padi Naik 52 % Sejak Akhir Orba
Luar biasa, produksi padi nasional sekarang ini. Indonesia benar-benar telah sanggup membangun pertaniannya sepanjang era reformasi. Reformasi telah membuat pertanian Indonesia berjaya. Bayangkan saja, produksi padi pada tahun 1998 mencapai 51,8 juta ton. Sementara sekarang produksi padi membumbung tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan produksi padi tahun 2016 mencapai 79,141 juta ton gabah kering giling (GKG). Kenaikan produksi padi mencapai 52,7 %. Hebat sekali reformasi ini ternyata. Bandingkan dengam migas yang kontrak migas bertambah hingga ratusan namun ternyata produksi minyak nasional turun lebih dari separuh. Ya alasannya masih sama sumurnya kering. Tidak ada negara produsen migas yang mengalami kontraksi seperti ini. Kecuali hancur oleh perang. Sementara padi yang sawahnya habis untuk pengembang perumahan, lahannya makin kering akibat tambang dan kerusakan hutan dan lahan makin kurus akibat penggunaan pestisida dan berbagai bahan kimia Malah produksi padi nasional meningkat dua kali lipat dibandingkan era akhir pemerintaham Soeharto. Peningkatan produksi padi ini adalah kehebatan reformasi dengan berbagai regulasi yang acak adul, pemerintahan yang komandoi oleh pedagang, calo dan makelar. Keadan sekarang adalah kebalikan dari era Soeharto yang merancang pertanian dengan keras melalui prioritas dalam setiap Repelita, disertai dengan subsidi pertanian, kredit pertanian murah, dan lain-lain, hanya bisa memghasilkan padi 51,8 juta ton. Sementara reformasi yang acak adul, tanpa perencanaan, subsidi dihabisi, petani sudah lari ke luar negeri jadi TKW, kok bisa produksi padi naik 52 persen lebih. Jangan jangan secara diam diam pemerintah buka lahan pertanian di antartika? (Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Jakarta)