Alumni 212 Kecewa pada PAN, PKS, Gerindra

Jakarta - Sekretaris panitia pelaksana Reuni Alumni 212, Muhammad Al Khaththath menyatakan prihatin terhadap partai politik yang selama ini dinilai pro umat Islam. Sekjen Forum Umat Islam (FUI) ini menilai PAN, PKS dan Gerindra tidak mendengar aspirasi umat di daerah dalam Pilkada Serentak 2018 sekarang. Ia mengungkapkan, Alumni 212 sudah menyarankan lima nama kader di lima daerah untuk diusung dalam Pilkada 2018, namun tidak satu pun yang mendapat persetujuan, salah satunya nama La Nyalla Mahmud Mattaliti. "Kami prihatin kepada pimpinan partai, kami ajukan nama kader-kader 212, dari 171 Pilkada, kami minta lima saja, agar diberi jalur khusus," beber Al Khaththath dalam jumpa pers yang digelar Progress 98 bersama La Nyala di Restoran Mbok Berek, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018). Bahkan, lanjutnya, surat rekomendasi dari ulama-ulama diantar langsung ke rumah dinas Ketua MPR yang juga merupakan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Saat itu dua pimpinan partai lainnya juga tengah berada di kediaman Zulkifli. "Saya nggak tahu, apa ada miss persepsi, seolah-olah kami ulama dukung beri cek kosong. Padahal, kita mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi, semangat 212, semangat Al-Maidah:51," papar Al Khaththath. Dalam beberapa pertemuan tiga pimpinan partai tersebut menyampaikan sejumlah hal. “Ada provinsi tertentu umat Islam tidak dominan, tidak mungkin, misal Sulawesi Utara, Papua, NTT. Kita maklumi. Tapi ketika di Jawa Timur, kenapa? Banyak komplain ke kami, menunjukkan koalisi (PAN, PKS, Gerindra) tidak sesuai apa yang selama ini kita dukung," bebernya pula. (Red)





























