BTN Optimistis Tembus Posisi 5 Besar

BTN Optimistis Tembus Posisi 5 Besar
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimistis bisa menembus posisi lima besar perbankan nasional dari sisi aset pada akhir tahun 2017. Pasalnya, kinerja perseroan tahun ini mencatatkan pertumbuhan aset, kredit maupun Dana Pihak Ketiga (DPK) di atas 18%, sedangkan perbankan nasional hanya tumbuh di kisaran 10%. “Saya tidak tahu mengenai pencapaian bank lain. Tetapi target kami tahun ini tumbuh di atas rata-rata. Dengan pencapaian tersebut, kami optimistis pada akhir tahun ini Bank BTN bisa menembus peringkat lima besar perbankan nasional,” kata Direktur Utama BTN Maryono usai RUPSLB di Jakarta, kemarin. Menurut Maryono, kinerja yang positif tahun ini membuat perseroan menaikkan target pertumbuhan pada tahun depan. Berdasarkan Rencana Bisnis Bank (RBB), BTN membidik pertumbuhan kredit mencapai 24% pada tahun 2018. Angka tersebut jauh di atas rata-rata target industri perbankan yang dihimpun OJK yang hanya sebesar 13-14%. “Dilatarbelakangi kinerja yang apik pada tahun 2017, Bank BTN mematok target pertumbuhan moderat pada tahun 2018. Konsisten dengan misi dan visi bank, target jangka pendek dan menengah Bank BTN adalah memperkuat posisinyanya di bidang perumahan dengan mendukung realisasi Program Sejuta Rumah,” paparnya. Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, sejumlah strategi pun dilakukan, untuk pertumbuhan kredit, BTN fokus pada penyaluran kredit perumahan dengan menyasar segmen mass (masyarakat banyak) dan perluasan pada segmen affluent serta emerging affluent. Maryono mengungkapkan, program sejuta rumah masih menjadi pendorong utama kredit BTN, karena itu perseroan akan optimal mendukung pemerintah dalam program KPR subsidi baik Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Bantuan Uang Muka maupun Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Sementara untuk strategi pendanaan masih diintensifkan mengejar dana murah. AdapunTarget DPK Bank BTN pada tahun 2018 adalah sebesar 24% dengan porsi dana murah sebesar 48-49% dari total DPK. Angka tersebut juga di atas rata-rata target perbankan secara umum sebesar 14%. “Persaingan perebutan DPK akan sangat ketat pada tahun 2018, kami akan melakukan sejumlah strategi diantaranya meningkatkan CASA , meningkatkan DPK komersil berbasis construction value chain, dan pendanaan institusi berbasis KPR dan memperluas wholesale funding, penerbitan surat utang, (obligasi), pinjaman, Negotiable Certificate Deposit (NCD), ataupun pinjaman luar negeri,” tandasnya. Sementara itu, Direktur BTN Adi Setianto mengatakan, dalam menghadapi era digital banking, perseroan akan memperkuat infrastruktur sistem informasi teknologi (IT). Penguatan sistem IT juga dalam mendukung target perseroan masuk dalam posisi 5 bank terbesar di Indonesia. "Sistem operasional IT sangat penting bagi perbankan. Apalagi BTN menargetkan menjadi bank 5 besar dari sisi IT harus mendukung langkah tersebut, " tegas Adi. Adi mengemukakan, dalam menghadapi sistem cashless payments, sangat diperlukan sistem keamanan yang handal dan up to date dalam menangkal serangan dari hacker yang memiliki tujuan jahat. Mengingat sistem cashless payments berbasis server dan database, maka sistem ini sangat rentan terhadap pencurian dari hacker. “Bank sebagai lembaga yang menyimpan uang memiliki sistem security yang dapat dihandalkan, namun bagaimana dengan layanan pembayaran non tunai dari non bank? Hal inilah yang perlu mendapat perhatian seluruh pemangku kepentingan agar sistem cashless payments berjalan dengan baik di Indonesia,” tuturnya. Sebelumnya, dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan, diputuskan untuk mengangkat Dasuki Amsir sebagai Direktur Bank BTN menggantikan Handayani yang menjadi direktur di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dasuki, saat ini masih menjabat sebagai Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III dan sebelumnya pernah berkarir di Bank BNI. “Di BTN, Pak Dasuki akan menjabat sebagai Managing Director Distribution Network. Karena pernah di Bank BNI, kami yakin kehadiran Pak Dasuki akan bermanfaat untuk BTN,” jelas Maryono. (*)