Penyanyi Mesir Dituntut Penjara Saat Tampil Seksi Makan Pisang

Jakarta, Obsessionnews.com - Penyanyi asal Mesir, Shyma, dikirim ke penjara selama dua tahun melalui video musik secara eksplisit tentang cara dia memakan pisang. Ini dianggap terlalu sensual.Dilansir laman Telegraph, Selasa (12/12/2017), Shyma ditangkap tak lama setelah ia terlihat menari dengan pakaian dalam sebelum muncul di depan kelas orang dewasa dan menuangkan susu ke atas pisang sebelum memakannya, menjilat apel dan mencicipi lapisan gula dari sepotong kue cokelat.Dalam beberapa hari, video tersebut menarik lebih dari satu juta penonton, namun juga memicu kontroversi di antara kaum konservatif karena isyarat seksual yang kuat.Shyma (25), pesaing Arab Idol yang berasal dari Tanta, di Mesir utara ini terlihat hadir di pengadilan pada Selasa lalu dengan mengenakan niqab yang menutupi wajahnya. Dia terlihat membaca Alquran sambil menunggu hukuman dikeluarkan.Kampanye melawannya dimulai sesaat setelah dia merilis video di halaman Facebook-nya di bulan November lalu. Seorang blogger dan presenter berpengaruh, Marwan Younis, memposting sebuah video di Facebook yang meminta para pengikutnya untuk melaporkan halaman Shyma ke jejaring sosial karena konten seksualnya dinilai eksplisit (terang-terangan). Kampanye itu berhasil dan Facebook pun menutup halaman tersebut.Akhirnya, penyanyi seksi tersebut juga meminta maaf saat menghadapi longsoran kritik dari anggota parlemen dan surat kabar, namun tidak cukup menghentikan polisi untuk menahannya.Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi telah berkuasa pada kudeta militer pada tahun 2013 sebagian dengan mengeksploitasi kekhawatiran tindakan keras Presiden Mohamed Morsi terhadap kebebasan pribadi dan publik. Tapi peraturan Sisi terlihat adanya penindasan kebebasan berekspresi dan kebebasan politik.Shyma, yang nama lengkapnya adalah Shaimaa Ahmed, adalah seniman terakhir yang menghadapi tuntutan. Pada tahun 2015, dua penari perut, Shakira dan Bardis, dijatuhi hukuman enam bulan penjara karena menghasut pesta pora dan amoralitas dalam video musik mereka. (Popi)





























