Lebih 150 Warga Palestina Terluka di Tangan Militer Israel

Lebih 150 Warga Palestina Terluka di Tangan Militer Israel
Militer rezim Zionis Israel melukai lebih dari 150 warga Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat Sungai Jordan, al-Quds dan Jalur Gaza. Menurut laporan IRIB, Bulan Sabit Paletina Ahad (10/12) menyatakan, bentrokan antara warga Palestina dan militer Israel di berbagai wilayah Tepi Barat, al-Quds dan Jalur Gaza mengakibatkan 157 warga Palestina luka-luka. Televisi al-Alam mengutip sumber-sumber Palestina menyatakan, militer Israel menangkap sejumlah pemuda Palestina di kota al-Khalil, Tepi Barat Sungai Jordan. Militer Israel juga menambah personilnya di berbagai wilayah kuno Baitul Maqdis. Setelah keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibukota Israel, bumi Palestina pendudukan menjadi ajang bentrokan militer rezim penjajah dan warga Palestina. Dalam hal ini, ratusan mahasiswa Palestina hari Ahad (10/12) menggelar aksi protes anti keputusan Trump yang mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel. [caption id="attachment_223491" align="aligncenter" width="640"] Bentrokan pengunjuk rasa Palestina dan aparat keamanan Zionis. (ParsToday)[/caption] Aparat Zionis Serbu Demonstran Palestina Aparat keamanan rezim Zionis Israel menyerang demonstran Palestina di selatan Jalur Gaza yang memprotes keputusan terbaru Donald Trump, Presiden AS, di mana ia mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel. Demonstrasi warga Palestina di timur Khan Yunis yang diselenggarakan pada Minggu (10/12/2017) pagi merupakan unjuk rasa hari ketiga secara berturut-turut untuk memproes keputusan Presiden AS. Aparat keamanan rezim Zionis Israel menembakkan peluru tajam dan gas air mata ke arah demonstran Palestina untuk membubarkan aksi protes tersebut. Akibat tindakan kekerasan tersebut, sejumlah warga Palestina yang kebanyakan adalah para siswa terluka dan mengalami sesak nafas. Pada Sabtu, ribuan pengunjuk rasa di Gaza membakar bendera Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel. Mereka juga membakar foto Mohammad bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi dan Salman bin Abdul Aziz, Raja negara ini. Donald Trump, Presiden AS pada 6 Desember 2017 mengambil langkah sepihak dan mengumumkan bahwa al-Quds adalah ibukota rezim Zionis Israel. Ia juga menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds. (ParsToday)