Menkop Puspayoga Puji Lukisan Ida Bagus Indra Dalam Pameran LOVEnLIFE

Menkop Puspayoga Puji Lukisan Ida Bagus Indra Dalam Pameran LOVEnLIFE
Jakarta, Obsessionnews.com - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memuji lukisan hasil karya pelukis asal Bali, Ida Bagus Indra (IBI). Menurut Puspayoga lukisan IBI penuh dengan ekspresi yang bisa memberikan inspirasi bagi orang lain khususnya penikmat lukisan tanah air dan dapat menceritakan suatu peristiwa yang runut. “Saya memang suka lukisan IBI bukan karena dia orang Bali, tapi karena memang saya suka lukisasn ekspresi. Maka ketika dia pamaren disini saya ada waktu, saya datang,” ungkap Pespayoga di sela-sela peresmian pameran LOVEnLIFE karya IBI di Jakarta, Sabtu (9/12/2017). Puspayoga didampingi Ibu Bintang Puspayoga dan Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati menghadiri peresmian pameran LOVEnLIFE karya IBI di VIP Fine Arts, Jln Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan Founder Of AKASYA&CO Enny Retno Madiaty latief, didampingi istri, teman, kurator sekaligus pengamat seni rupa dan desain Eddy Soetriyono, maupun belasan penikmat seni lukisan asal Bali lainnya. Oleh IBI, Puspayoga diberikan sebuah lukisan yang terbungkus rapi dengan kertas. Namun lukisan itu dikembalikan lagi. Usai acara seremonial peresmian, Puspayoga bersama rombongan meninjau pameran lukisan karya IBI yang terpajang di lantai 2 dan 3 gedung VIP Fine Arts. “Jadi kalau saya melihat lukisan ekspresi ini memang inspirasinya memang kita harus kerja keras. Dan saya melihat pesan pelukisnya ini ini semua siklus kehidupan,” kata Puspayoga. “Tadi kan ada bagaimana seseorang berjuang sampai dililit naga, dililit ular itu kan perjuangan bagaimana kehidupan ini memang tidak gampang, harus dengan perjuangan untuk mencapai tujuan itu dan itu pesan yang ingin disampaikan pekukisnya,” tambah mantan Walikota Denpasar itu. Kurator Eddy Soetriyono juga memuji lukisan IBI. Eddy mengatakan dalam pameran kali ini IBI ingin menonjolkan yang inti, mengekspresikan yang tidak terlihat oleh mata fisik, atau mengungkapkan yang terpancar dari mata batin. “Jadi bukan wajah itu benar yang dia suguhkan, melainkan pengalaman spritual dari gerak dalam pada komposisi warna, garis, tekstur dan bidang. Dalam hal ini IBI telah melangkah lebih jauh lagi,” tutur Eddy. (Has)