Keputusan Trump, Konspirasi Besar terhadap Umat Islam

Keputusan Trump, Konspirasi Besar terhadap Umat Islam
Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat yang mengakui al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel dan menyebut langkah tersebut sebagai fitnah dan konspirasi besar anti-umat Islam. Meskipun muncul berbagai penentangan luas regional dan internasional, Donald Trump, Presiden AS pada Rabu malam mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim palsu Zionis. Langkah ini juga dikecam oleh negara-negara Muslim. Menanggapi hal itu, Pasdaran (IRGC) dalam sebuah pernyataan pada Kamis (7/12/2017), menyebutkan bahwa langkah konyol dan bodoh Presiden AS yang mengakui al-Quds sebagai ibukota rezim palsu dan pembunuh anak-anak (Zionis) adalah fitnah besar terhadap umat Islam dan tindakan yang menginjak-injak hak-hak rakyat Palestina, oleh karena itu, dunia Islam dan masyarakat penuntut kebebasan dan kebenaran harus mengambil posisi tegas dan cerdas untuk menggagalkan konspirasi jahat dan setan ini. Tidak diragukan lagi, lanjut pernyataan Pasdaran, upaya kotor tersebut, alih-alih akan menafsirkan mimpi-mimpi para penguasa Gedung Putih dan Zionisme internasional, namun justru akan menjadi faktor yang mendorong tekad Muqawama (perlawanan) terhadap Zionis semakin kuat dan mengejar cita-cita mereka untuk membebaskan al-Quds al-Sharif serta akan membakar para perampas Palestina. Pasdaran menegaskan, Intifada Palestina dalam fase baru akan berlanjut dengan lebih cepat daripada sebelumnya dengan dukungan penuh umat Islam dan para kubu anti-arogansi serta penunut kebebasan dunia. Dengan terungkapnya strategi dan kebijakan baru Setan Besar di kawasan, maka rezim penjagal dan penjahat Zionis akan segera berakhir serta kelenjar kanker ini akan musnah dari tubuh dunia Islam. IRGC lebih lanjut menyerukan semua rakyat Iran untuk berpartisipasi dalam unjuk rasa anti-AS dan Zionis yang diselenggarakan di seluruh negeri usai Shalat Jumat. Sebelumnya, Dewan Koordinasi Dakwah Islam Iran pada Kamis mengecam keputusan Presiden AS dan mengumumkan bahwa usai Shalat Jumat, rakyat Iran akan menggelar demonstrasi anti-AS dan Zionis di seluruh negeri sebagai bentuk dukungan kepada Palestina dan cita-cita al-Quds al-Sharif. Mereka akan menyuarakan slogan "Mampus Amerika" dan "Mampus Israel." (ParsToday)