Keputusan Trump 'Ngawur' Ancam Stabilitas Kawasan!!

Keputusan Trump 'Ngawur' Ancam Stabilitas Kawasan!!
Presiden Lebanon, Michel Aoun menilai keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel menjadi ancaman bagi proses perdamaian dan stabilitas di kawasan. Donald Trump Rabu (6/12) malam, meski ada penentangan luas di tingkat regional dan internasional, mengumumkan bahwa Amerika mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibu kota Israel. IRNA melaporkan, Aoun saat mereaksi keputusan Trump terkait Yerusalem mengatakan, keputusan Trump tersebut sangat berbahaya dan memutar proses perdamaian antara Palestina dan Israel ke puluhan tahun lalu. Aoun meminta negara-negara Arab mengambil sikap serius demi mengembalikan identitas Arab ke al-Quds dan mencegah perubahannya. Ia juga memperingatkan bahwa langkah Amerika ini akan menuai reaksi keras yang nantinya bakal mengancam keamanan regional dan bahkan internasional. Dalam hal ini, Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri seraya mengecam keputusan Donald Trup terkait Baitul Maqdis mengatakan, Lebanon mengutuk keputusan AS dan menentangnya serta menunjukkan solidaritas setinggi-tingginya terhadap bangsa Palestina dan hak pembentukan negara independen dengan ibu kota al-Quds. [caption id="attachment_222894" align="aligncenter" width="640"] Demo Warga Palestina[/caption] Demo Anti Trump di Timur Tengah Warga Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza serta warga di negara-negara Yordania dan Lebanon menggelar aksi demo memprotes keputusan Presiden AS, Donald Trump yang mengumumkan al-Quds sebagai ibu kota Israel. FNA melaporkan, Rabu (6/12) usai pidato Trump yang mengakui secara resmi al-Quds ibu kota Israel, warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza berdemo mengungkapkan kemarahan mereka atas pengakuan resmi Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel dan upaya Washington memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke kota pendudukan al-Quds. Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza juga berpartisipasi di aksi demo anti Trump dan menyatakan penentangan mereka atas keputusan presiden Amerika ini. Serikat buruh nasional dan kelompok Islam Palestina menyatakan Kamis (7/12) sebagai hari mogok massal di seluruh wilayah Palestina sebagai bentuk penentangan atas keputusan Trump. Kelompok ini juga menyeru seluruh warga berpartisipasi di aksi demo anti Trump. Sementara itu, lampu-lampu di halaman Masjid al-Aqsa dipadamkan bersamaan dengan pengumuman Trump dan sebagai bentuk penentangan keputusan presiden Amerika tersebut. Di sisi lain, ratusan warga Palestina di kamp pengungsi Bourj el-Barajneh dan sejumlah warga Lebanon di kota Sidon, selatan Lebanon menggelar aksi unjuk rasa memprotes keputusan presiden AS. Sementara itu, sejumlah besar warga Yordania Rabu malam juga menggelar aksi serupa memprotes keputusan anti al-Quds presiden AS. Donald Trump Rabu (6/12) malam, meski ada penentangan luas di tingkat regional dan internasional, mengumumkan bahwa Amerika mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibu kota Israel. Kota al-Quds merupakan bagian tak terpisahkan dari bangsa Palestina dan salah satu dari tiga tempat suci umat Islam. Kota ini memiliki posisi istimewa di mata umat Muslim, apalagi Masjid al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam terletak di kota ini. (ParsToday)