Taiwan Siap Tawarkan Teknologi Manufaktur Lebih Canggih ke Indonesia

Jakarta, Obsessionnews.com - Sektor manufaktur nasional harus siap menuju perubahan besar dalam menghadapi revolusi industri keempat atau Industry 4.0. Menurut Kementerian Perindustrian, konsekuensi dari hal tersebut yakni pendekatan dan kemampuan baru diperlukan untuk membangun sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan. Industry 4.0 memiliki empat pilar fungsional yaitu Big Data, Internet of Things, Internet of Services, dan Cyber Security. Revolusi ini akan mentransformasi proses manufaktur yang sinkron dengan kecepatan perubahan karena kebutuhan pelanggan, yang memberikan gambaran bahwa proses produksi akan lebih fleksibel tanpa menghabiskan lebih banyak waktu. Untuk mendukung Indonesia dalam membangun basis produksi yang kompetitif secara regional, alat mesin industri manufaktur Taiwan memamerkan teknologi permesinan inovasi terbarunya, dalam pameran Manufacturing Indonesia 2017 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017). Representative of Taipei and Trade Office in Indonesia, John C. Chen menyatakan bahwa pihaknya akan terus menjadi mitra terbaik bagi Indonesia, dan siap menawarkan lebih banyak teknologi manufaktur yang lebih canggih lagi, guna mendukung Indonesia dalam menghadapi tantangan dalam era Industry 4.0 yang diprediksi cukup berat. "Indonesia merupakan salah satu mitra kami yang terbaik, dan teknologi manufaktur kami yang lebih canggih lagi akan siap membantu," ujar John C Chen di paviliun Taiwan Machine Tools-Shaping The World. Tercatat, lanjut dia, Indonesia mengimpor peralatan manufaktur Taiwan dengan nilai mencapai lebih dari 59,48 juta dolar AS pada 2016. Dia pun menambahkan, bahwa Taiwan merupakan produsen alat mesin terbesar ketujuh di dunia, menguasai 5-6 persen pangsa pasar global. Beberapa dari produsen mesin manufaktur Taiwan juga telah mengintegrasikan perangkat dan aplikasi ke dalam produknya. Seperti lengan robot, transportasi tak berawak, hingga penyimpanan otomatis. Kini Taiwan telah menjadi salah satu pemasok utama peralatan mesin ke pasar Indonesia. Dengan total nilai impor sebesar 59,48 juta dolar AS pada 2016, menjadikan Taiwan sebagai pemasok peralatan mesin terbesar ketiga bagi Indonesia, atau menyumbang 11 persen dari total impor tahunan Indonesia yang totalnya mencapai 556,011 juta dolar AS. Sementara dari Januari hingga Juli tahun ini, impor alat mesin buatan Taiwan mencapai 35,5 juta dolar AS, meningkat 9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Dari total mesin bubut dan mesin putar yang diluncurkan pada periode Januari sampai Desember tahun lalu, Indonesia menyerap peralatan tersebut senilai 66,5 juta dolar AS," ungkapnya. Dengan tren internet of things (IoT) dan smart manufacturing yang meningkat, industri perkakas mesin Taiwan juga telah berfokus pada pengembangan sistem dan layanan otonom yang akan melengkapi pabrik mobil untuk tantangan dan peluang masa depan. Ini menjadi saat yang tepat bagi untuk menyentuh basis pembuat alat mesin dari Taiwan. Untuk diketahui, beberapa perusahaan industry manufaktur asal Taiwan yang ikut serta dalam acara Manufacturing Indonesia 2017 antara lain yakni Chin Fong Machine Industrial Co. Ltd., Kao Fong Machinery Co Ltd (KAFO), Victor Taichung Machinery Works Co. Ltd., Lien Chieh Hydraulic Industrial Co. Ltd., Shieh Yih Machinery Industry Co. Ltd. (SEYI), Hota Industrial Mfg. Co. Ltd., Supertec Machinery Inc., Delta Electronics Inc., Equiptop Hitech Corp., Tongtai, hingga Victor Taichung. (Poy)





























