Perancis Berharap Pengungsi Rohingya Bisa Kembali

Perancis Berharap Pengungsi Rohingya Bisa Kembali
Perancis menilai kesepakatan antara Myanmar dan Bangladesh untuk memulangkan pengungsi Rohingya, sebagai langkah awal untuk kepulangan sukarela pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar. Seperti dikutip kantor berita Anadolu, Kementerian Luar Negeri Perancis dalam sebuah pernyataan, Sabtu (25/11/2017), menekankan urgensi untuk menciptakan kondisi yang kondusif di bidang pembangunan, rekonsiliasi dan hak asasi manusia di Rakhine, Myanmar, sehingga pengungsi Rohingya dapat kembali ke daerah tersebut. Namun, Komisaris Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) mengatakan pada Jumat lalu, bahwa kondisi di Rakhine belum mendukung untuk pemulangkan pengungsi Rohingya. Dalam sebuah kesepakatan dengan Bangladesh, pemerintah Myanmar berkomitmen untuk memulangkan pengungsi Muslim Rohingya, yang saat ini tinggal di perbatasan antara kedua negara di kamp-kamp yang tidak layak. Gelombang baru kejahatan militer Myanmar dan ekstremis Budha terhadap Muslim Rohingya di Rakhine dimulai sejak 25 Agustus 2017, dan sejauh ini lebih dari 1.000 orang tewas dan 8.000 ribu terluka serta ribuan lainnya mengungsi. (ParsToday) Baca Juga: