Saatnya Golkar Dipimpin Generasi Muda yang Visioner dan Bersih

Jakarta, Obsessionnews.com – Partai Golkar tengah gonjang-ganjing. Ketua Umum (Ketum) Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto, tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (19/11/2017). Novanto ditetapkan sebagai tersangka pada Juli 2017. Pasca KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka muncul desakan agar Golkar menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk menggantikan Novanto. Kini pasca Novanto ditahan KPK, wacana Munaslub semakin kencang berhembus. Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengemukakan, saatnya Golkar dipimpin oleh generasi muda yang visioner dan bersih. [caption id="attachment_182801" align="alignleft" width="263"]
Peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Syamsuddin Haris.[/caption] “Saatnya Partai @Golkar5 dipimpin oleh generasi muda yang visioner, bersih, berintegritas, dan progresif,” kicau peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI ini di akun Twitternya, @sy_haris, Selasa (21/11) Nama politisi Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto santer dikabarkan berpeluang besar untuk menggantikan Novanto. Syamsuddin mengatakan, jika Airlangga menjadi Ketum Golkar dia harus mundur dari kabinet. Pasalnya, di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketum partai harus memilih di partai atau di kabinet. “Jika @airlangga_hrt ganti SN sbg ketum @Golkar5, dia hrs mundur dari kabinet. Di era @jokowi, ketum parpol hrs milih, di partai atau kabinet,” kicau Syamsuddin di akun Twitternya, @sy_haris, Senin (20/11). [caption id="attachment_220356" align="alignnone" width="640"]
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Twitter @airlangga_hrt)[/caption] Sebelumnya Syamsuddin menilai perbuatan Novanto dalam kasus e-KTP selain merusak nama baik lembaga DPR juga mencoreng citra Partai Golkar yang dipimpinnya. Syamsuddin berpendapat kasus Novanto merupakan episode terburuk dalam sejarah Partai Golkar. Syamsuddin menyayangkan para elite Golkar lebih memilih melindungi Novanto daripada menyelamatkan partai. “Episode terburuk dlm sejarah Partai @Golkar5. Ironisnya, segenap elite Golkar lebih memilih melindungi SN ketimbang menyelamatkan partai,” kritik Syamsuddin di akun Twitternya, @sy_haris, Kamis (16/11). Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendesak Gokkar menggelar Munaslub untuk mencari pengganti Novanto. “Ya itu tergantung Golkarlah. Tapi harus segera,” ujar JK di Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017). Pergantian ketum disebutnya sangat mendesak mengingat Golkar harus melakukan konsolidasi politik menghadapi pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019. Sehingga diperlukan pergantian Ketum untuk mengefektifkan organisasi. (arh) Baca Juga:Jika Jadi Ketum Golkar, Airlangga Harus Mundur dari Kabinet!Setya Novanto For PresidentKPK Tegaskan Punya Bukti Kuat Novanto Terlibat Kasus e-KTPWapres JK Minta Golkar Gelar Munaslub Gantikan NovantoKasus Novanto Episode Terburuk dalam Sejarah GolkarPolitisi Golkar Tuntut Novanto Mundur Sebagai Ketua DPRPeneliti NSEAS: Novanto Tersangka, Golkar Tidak Akan Menjauh dari JokowiSetya Novanto Gandeng Pengacara Kondang Otto HasibuanNovanto Resmi Huni Rutan KPK
Peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Syamsuddin Haris.[/caption] “Saatnya Partai @Golkar5 dipimpin oleh generasi muda yang visioner, bersih, berintegritas, dan progresif,” kicau peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI ini di akun Twitternya, @sy_haris, Selasa (21/11) Nama politisi Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto santer dikabarkan berpeluang besar untuk menggantikan Novanto. Syamsuddin mengatakan, jika Airlangga menjadi Ketum Golkar dia harus mundur dari kabinet. Pasalnya, di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketum partai harus memilih di partai atau di kabinet. “Jika @airlangga_hrt ganti SN sbg ketum @Golkar5, dia hrs mundur dari kabinet. Di era @jokowi, ketum parpol hrs milih, di partai atau kabinet,” kicau Syamsuddin di akun Twitternya, @sy_haris, Senin (20/11). [caption id="attachment_220356" align="alignnone" width="640"]
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Twitter @airlangga_hrt)[/caption] Sebelumnya Syamsuddin menilai perbuatan Novanto dalam kasus e-KTP selain merusak nama baik lembaga DPR juga mencoreng citra Partai Golkar yang dipimpinnya. Syamsuddin berpendapat kasus Novanto merupakan episode terburuk dalam sejarah Partai Golkar. Syamsuddin menyayangkan para elite Golkar lebih memilih melindungi Novanto daripada menyelamatkan partai. “Episode terburuk dlm sejarah Partai @Golkar5. Ironisnya, segenap elite Golkar lebih memilih melindungi SN ketimbang menyelamatkan partai,” kritik Syamsuddin di akun Twitternya, @sy_haris, Kamis (16/11). Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendesak Gokkar menggelar Munaslub untuk mencari pengganti Novanto. “Ya itu tergantung Golkarlah. Tapi harus segera,” ujar JK di Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017). Pergantian ketum disebutnya sangat mendesak mengingat Golkar harus melakukan konsolidasi politik menghadapi pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019. Sehingga diperlukan pergantian Ketum untuk mengefektifkan organisasi. (arh) Baca Juga:Jika Jadi Ketum Golkar, Airlangga Harus Mundur dari Kabinet!Setya Novanto For PresidentKPK Tegaskan Punya Bukti Kuat Novanto Terlibat Kasus e-KTPWapres JK Minta Golkar Gelar Munaslub Gantikan NovantoKasus Novanto Episode Terburuk dalam Sejarah GolkarPolitisi Golkar Tuntut Novanto Mundur Sebagai Ketua DPRPeneliti NSEAS: Novanto Tersangka, Golkar Tidak Akan Menjauh dari JokowiSetya Novanto Gandeng Pengacara Kondang Otto HasibuanNovanto Resmi Huni Rutan KPK 




























