Pendapatan BNI di Luar Negeri Terus Meningkat

Jakarta, Obsessionnews.com - Pendapatan Bank BNI di luar negeri terus mengalami peningkatan. Hingga Oktober 2017, bisnis BNI di divisi internasional mencatat pendapatan sebelum pajak sebesar Rp2,5 triliun. Pendapatan itu diharapkan tetap tumbuh 30 persen tiap tahun hingga 2020. "Posisi pada 2017 pendapatan kita sebelum pajak Rp2,5 triliun. Ke depan kita putuskan tumbuh 30 persen setiap tahunnya," ujar Kepala Divisi Internasional BNI Henry Panjaitan dalam paparannya di Kantor Pusat BNI Jakarta, Kamis, (16/11/2017). Menurut dia, bisnis internasional BNI terus tumbuh dan berkembang pesat. Pada 2016 misalnya, pendapatan bisnis internasional mereka tumbuh 64 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Secara nominal pendapatan pada 2015 mencapai Rp855 miliar, sedangkan 2016 tembus hingga Rp1,4 triliun. Secara kuartal, pendapatan pada kuartal III-2017 mencapai Rp1,3 triliun, atau tumbuh 30 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun. "Rata-rata pertumbuhan pendapatan divisi internasional tiga tahun terakhir ialah 41,1 persen, atau Rp340 miliar per tahun," jelasnya. Selain pendapatan, aset kantor cabang BNI di luar negeri juga tumbuh 65 persen pada kuartal III-2017, atau sebesar USD4,9 miliar.Jumlah itu naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar USD2,7 miliar. Henry mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan 30 persen setiap tahun, pihaknya akan meningkatkan kapasitas teknologi informasi di delapan kantor cabang yang tersebar di Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, Jepang (Tokyo dan Osaka), Myanmar, Inggris, dan Hong Kong. Peningkatan kapasitas teknologi tersebut diharapkan bank itu bisa menjangkau lebih banyak nasabah di kota lain di luar negeri. "Seperti di Amerika Serikat bisa menjangkau nasabah di Los Angeles meskipun kantor cabang BNI berada di New York," pungkas Henry. (Albar)





























