Sabar dalam Berjuang

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah
Tidak ada satupun di dunia ini yang tak berawal dan tak berakhir. Sebab hanya Allah yang azali, wajibul wujud, alfa dan omega. Semua selain Allah adalah fana. Peradaban silih berganti, bangsa bangkit dan runtuh, layaknya siang dan malam bergantian. Hidup ada masanya dan mati itu pasti adanya. Semuanya punya ajal. Allah tegaskan ketika sudah datang ajal itu, maka tak ada yang dapat memperpanjangnya barang sesaat. Tak pula bisa untuk mengawalinya barang sesaat, itu hak Allah. Yang pasti adalah Allah dan segala ketentuan serta janji-Nya. Dan Allah sudah berjanji selalu akan menampakkan cahaya di atas kegelapan, memenangkan agama-Nya. Tak ada kezaliman yang abadi, tak ada kegelapan yang berterusan. Hanya cahaya memang kadang harus ditunggu, dan sabar itu satu jalan perjuangan tertentu. Lakukan saja ketaatan, sebagaimana semua makhluk Allah juga melakukannya. Burung dengan mengepakkan sayap, cicak dengan terus merayap. Tetaplah istiqamah. Janji akan kebangkitan Islam itu Allah yang punya. Bahasa kita, ini bukan hajatan kita tapi hajatan Allah, maka Allah yang urus. Kita lakukan saja apa yang diperintah. Berapa banyak kita diingatkan dengan kisah-kisah dalam Al-Quran, saat segala sesuatu menjadi begitu sulit, kita hanya perlu melakukan ketaatan yang Allah perintahkan. Di sana terletak rahasianya, saat kita sudah mampu meletakkan Allah di atas makhluknya. Kala kita sudah berharap hanya pada Allah, di situ pertolongan Allah akan mewujud. Bisa jadi Allah memberikan halangan dan rintangan agar kita tahu bahwa kita itu lemah dan manusia terbatas dari menolong kita, hingga kita hanya meminta pada Allah. Atau bisa jadi Allah sedang menyiapkan kita mengemban amanah lebih besar dan lebih banyak, agar Allah bisa memberi kita pahala dan balasan yang lebih mulia.




























