Warga Negara Ganda, Wakil PM dan 4 Anggota DPR Australia Dicopot

Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce dan empat politisi lainnya dinyatakan tidak sah menjabat posisi sebagai pejabat publik karena terpilih saat memegang kewarganegaraan ganda, sebuah pengadilan tinggi memutuskan.
Keputusan Pengadilan Tinggi Australia itu membuat tiga politisi, termasuk wakil PM Barnaby Joyce, didiskualifikasi dari jabatannya. Yang lainnya sudah mengundurkan diri di bulan Juli. Dalam konstitusi Australia, jabatan publik tidak boleh ditempati orang berwarganegaraan ganda. Terdepaknya Joyce membuat pemerintah kehilangan mayoritas parlemen, yang selama ini hanya unggul satu kursi, kendati dia bisa kembali melalui pemilihan sela. Barnaby Joyce sudah menaggalkan kewarganegaraan Selandia Baru pada Agustus lalu setelah kasusnya teiungkap, dan sudah menegaskan tekadnya untuk kembali merebut kursinya di majelis rendah. "Saya menghormati putusan pengadilan," kata Joyce segera setelah putusan tersebut seperti dilansir BBC Indonesia, Jumat (27/10/2017). "Kita hidup dalam demokrasi yang sangat bagus, dengan semua tertib hukum yang menjamin semua kebebasan yang kita nikmati. Saya berterima kasih kepada pengadilan atas seluruh pertimbangan di amar putusan." [caption id="attachment_216929" align="aligncenter" width="640"]
Barnaby Joyce mengyatakan menghormati putusan dan akan akan berusaha merebut lagi kursinya lewat pemilihan sela setelah menanggalkan kewargaannya yang lain. (BBC)[/caption] Empat politisi lainnya - Fiona Nash, Malcolm Roberts, Larissa Waters dan Scott Ludlam - digugurkan kedudukannya sebagai anggota Senat. Dua politisi lainnya, senator Matt Canavan dan Nick Xenophon, dinyatakan terpilih secara sah. Kisruh kewarganegaraan ganda menyita perhatian politik Australia sejak Juli, mendorong puluhan anggota parlemen untuk memperjelas status kewargaan mereka secara terbuka. Apa argumentasi para politisi ?
Selama tiga hari persidangan, pemerintah berargumentasi bahwa hanya Malcolm Roberts dan Scott Ludlam yang harus didiskualifikasi, dengan alasan yang lainnya tidak mengetahui status kewarganegaraan ganda mereka ketika terpilih tahun lalu. Roberts mengaku telah mencoba menanggalkan kewarganegaraan Inggrisnya. Sementara Scott Ludlam dan Larissa Waters, keduanya dari partai Hijau dan mengundurkan diri dari parlemen akibat kisruh itu, tidak menyampaikan pembelaan, dan mengatakan bahwa semua tujuh politikus itu seharusnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.Apa kata hakim?
Majelis yang terdiri dari tujuh hakim menyusun putusan selama dua minggu sebelum dengan suara bulat memerintahkan agar lima anggota parlemen segera didiskualifikasi. Mereka menolak argumen pemerintah dan menetapkan bahwa lima anggota parlemen tidak memenuhi syarat karena merupakan "subjek atau warga negara dari kedaulatan asing," dan melanggar konstitusi. Sementara itu Matt Canavan dan Nick Xenophon dibebaskan karena mereka tidak mendapatkan hak istimewa dari kewarganegaraan kedua mereka.Mereka yang berkewargaan ganda
| Politikus | Kewarganegaraan kedua | Status pemilihan |
|---|---|---|
| Barnaby Joyce, pemerintah | Selandia Baru | Tidak sah |
| Fiona Nash, pemerintah | Inggris | Tidak sah |
| Matt Canavan, pemerintah | Italia | Sah |
| Malcolm Roberts, partai One Nation | Inggris | Tidak sah |
| Nick Xenophon, Nick Xenophon Team | Inggris | Sah |
| Larissa Waters, Partai Hijau | Kanada | Tidak sah |
| Scott Ludlam, Partai Hijau | Selandia Baru | Tidak sah |





























