SANG DEWAN

Oleh. Sandri Rumanama* Gemuruh suara memecah hening kala itu Kala kau berpangku tangan ajungkan telunjuk Bajumu hitam gemerlap lenganmu penuh wibawa Suaramu perkasa membuat arsih palu terhempas Kamu berteriak soal rakyat, soal bangsa, soal negara, soal soalnya Tak ku duga Jauh dari sangkaan Kau tega menghardik kebebasan Tak ku kira jauh dari tafsiran Kau berani memaksakan keinginan Tak ku pahami jauh dari taksiran Kemerdekan kau persoalkan Tak berfikr soal kami Kaum kecil penuh retap tangis Wahai Sang Dewan Kini impianmu jadi kenyataan Tanpa fikir panjang kau ambil putusan Peradilan kau kemanakan Mungkinkah hukam masih terus diperdebatkan Ataukah mungkin konstitusi menghendaki sedemikian Aku yang bodoh bisa terdiam Menerima keputusan dengan ketidakpuasan wahai Sang Dewan Kami tak paham demokrasi Hingga kau yang pandai membuat nerasi Suatu ceritra yang kau rangkai Ibarat drama penuh ilustrasi Kau dagang suara dali regulasi Untuk siapa kau berdikusi Jangan buat semua ini jadi monarki Kekuasaan tiada yang abadi Pahmai itu Sang Dewan Kini ruang gerak ku kaku Aku di tekan dalam degu Tanpa rasa kami terbelenggu Arti kemerdekaan sejati haruskah kami tunggu ? Sedangkan pulahan tahun sudah berlalu Cacian buas kau hembuskan Bubarkan mereka yang intoleransi Begitulah caramu beraksi tanpa hati tanpa nurani Kebenaran kini kau kabiri Begitu Ceritaku Sang Dewan Jeritan dari sanubari Sang Dewan tuan puan parlement Pandai kalian bersandiwara hingga keadilan kau abaikan Sang Dewan tumpuan sejuta impian Pintar sekali kau berakrobatik Hingga nadimu mampu kau letakan Sang Dewan harapan seribu tujuan Sadarlah dirimu sebelum sabar menjadi letusan lautan amarah Maka semua akan menjadi legenda Kemarahan hanya membuat kelam ceritra dalam sejarah Dapat kau mengerti itu Sang DewanGunakanlah perasaan dalam melangkah oh Tuan oh Puan Dengarkan kami nan punya harapan Langkah kami terhenti dalam ketukan palu sidang Ada lisan yang terabaikan Ucapan yang kau tak pertangungjawabkan Sepucuk kertas jadi lembaran keputusan Ketetapanmu hanya mista bukan semesta Tulislah itu di ingatamu Sang DewanAgar kelak tanpa dugaan Nafas kami masih berhembus Nawait majukan nusa bangsa terus berlanjut Niat baik bhakti untuk negara Kini tetap terlaksana Kami bekerja untuk negeri nan persada Itulah cita dari kami suara anak bangsa Orang yang kini kau fitnah Semua pasti tetap dan masih terarah Demi bumi pertiwi yang tercinta Camkan itu Sang DewanIni bukan sebatas ungkapan KEMERDEKAN TANPA KEBEBASAN ITU HAMPA *) Sandri Rumanama, Penulis/Pengamat Politik





























