Terungkap, Ternyata Senjata Teroris Dari AS dan Israel

Sejumlah gudang persenjataan besar milik kelompok teroris Takfiri Desh berisi berbagai jenis senjata produksi Amerika Serikat dan Israel, ditemukan di kota al-Mayadin yang baru saja dibebaskan militer Suriah di Deir ez-Zor, timur negara itu. Russia Today pada Ahad dalam sebuah laporan dari kota al-Mayadin yang telah dibebaskan pada Sabtu (14/10/2017) dari pendudukan Daesh, menyebutkan bahwa berbagai jenis senjata dan perlengkapan militer produksi AS dan Israel ditemukan di sejumlah gudang besar di kota tersebut. Kolonel Remi Mawesh, seorang komandan militer Suriah di kota al-Mayadin dalam hal ini menambahkan, Daesh di al-Mayadin memiliki beberapa gudang senjata mencakup ribuan pucuk senapan dan berbagai perlengkapan militer produksi AS dan Israel dan sejumlah negara Barat. Berbagai jenis senjata ringan dan berat, bahkan beberapa panser lapis baja juga tersimpan di dalamnya. Dalam hal ini, Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, unit-unit gerak cepat militer Suriah, berhasil mengalahkan para teroris Daesh di kota al-Mayadin dan kota tersebut telah sepenuhnya dibebaskan dari kontrol Daesh. Dengan demikian perlawaan terakhir para teroris Daesh di wilayah tengah dan selatan al-Mayadin telah berhasil dipatahkan. Rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat sejak dimulaiya krisis Suriah pada Maret 2011, membantu para teroris. Tomer Koller, perwira medis Brigade 210 militer Israel beberapa waktu lalu menyatakan, para anasir Daesh yang terluka dalam pertempuran di Suriah, direlokasi menuju Dataran Tinggi Golan di wilayah Palestina pendudukan untuk mendapat perawatan medis dari Israel.
AS Pasok Senjata untuk Teroris Dua buah dokumen di situs federal mengungkapkan bahwa pemerintah AS terus mengirim senjata untuk Al-Qaeda dan kelompok-kelompok teroris yang berperang di Suriah. Menurut Badan Informasi Militer Inggris (Jane), dua dokumen ditemukan di situs pemerintah AS, FedBizGov.org (Federal Business Opportunities), di mana meminta perusahaan pelayaran untuk mengangkut bahan peledak dari Constanta, Rumania ke pelabuhan Aqaba di Yordania atas nama Komando Transportasi Militer Angkatan Laut AS. Demikian dilansir media Rusia, Sputnik, Ahad (10/4/2016). Dokumen itu dirilis pada November 2015. Salah satu kapal dengan muatan hampir seribu ton senjata dan amunisi, meninggalkan pelabuhan Constanta di Rumania pada Desember. Ia berlayar ke Agalar di Turki yang merupakan dermaga militer dan kemudian ke Aqaba di Yordania. Kapal lain dengan muatan lebih dari dua ribu ton senjata dan amunisi, bergerak dari Rumania pada akhir Maret, mengikuti rute yang sama dan tiba di Aqaba pada 4 April. Baik Turki maupun Yordania tidak menggunakan senjata itu. Fakta ini menunjukkan bahwa mereka akan dikirim ke Suriah dan seperti yang telah dilaporkan selama bertahun-tahun oleh beberapa sumber independen, setengah dari mereka langsung diserahkan ke Al Qaeda yang beroperasi di Suriah. (ParsToday)
AS Pasok Senjata untuk Teroris Dua buah dokumen di situs federal mengungkapkan bahwa pemerintah AS terus mengirim senjata untuk Al-Qaeda dan kelompok-kelompok teroris yang berperang di Suriah. Menurut Badan Informasi Militer Inggris (Jane), dua dokumen ditemukan di situs pemerintah AS, FedBizGov.org (Federal Business Opportunities), di mana meminta perusahaan pelayaran untuk mengangkut bahan peledak dari Constanta, Rumania ke pelabuhan Aqaba di Yordania atas nama Komando Transportasi Militer Angkatan Laut AS. Demikian dilansir media Rusia, Sputnik, Ahad (10/4/2016). Dokumen itu dirilis pada November 2015. Salah satu kapal dengan muatan hampir seribu ton senjata dan amunisi, meninggalkan pelabuhan Constanta di Rumania pada Desember. Ia berlayar ke Agalar di Turki yang merupakan dermaga militer dan kemudian ke Aqaba di Yordania. Kapal lain dengan muatan lebih dari dua ribu ton senjata dan amunisi, bergerak dari Rumania pada akhir Maret, mengikuti rute yang sama dan tiba di Aqaba pada 4 April. Baik Turki maupun Yordania tidak menggunakan senjata itu. Fakta ini menunjukkan bahwa mereka akan dikirim ke Suriah dan seperti yang telah dilaporkan selama bertahun-tahun oleh beberapa sumber independen, setengah dari mereka langsung diserahkan ke Al Qaeda yang beroperasi di Suriah. (ParsToday) 




























