Peran Sukses Waskita Karya dalam Program Nawa Cita

Peran Sukses Waskita Karya dalam Program Nawa Cita
Naskah: Giattri F.P., Foto: Istimewa Sebagai BUMN terkemuka di Indonesia, PT Waskita Karya (Persero), Tbk. tak henti berkontribusi membangun negeri. Korporasi konstruksi yang berdiri sejak 1961 ini pun terus mewujudkan komitmennya dalam mendukung program ‘Nawa Cita’ pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.   “Waskita Karya berusaha memainkan perannya sebaik mungkin dalam mendukung program Nawa Cita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, serta salah satu upaya mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik,” ungkap M. Choliq, Direktur Utama Waskita Karya.   Aktualisasi dari program Nawa Cita tersebut adalah pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis. Di antaranya jalan tol Trans Jawa, Trans Sumatera, LRT Palembang, Bendungan maupun Transmisi 500kV Sumatera.   “Sampai dengan saat ini Waskita tengah membangun 18 ruas jalan tol yang sebagian besar berada di pulau Jawa serta Sumatera dengan tujuan menghubungkan daerah-daerah tersebut dengan penyediaan infrastruktur yang memadai sehingga mampu menggerakkan ekonomi di daerah tersebut dengan cepat dan terintegrasi,” terang Choliq.   Tak hanya itu, upaya Waskita dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestic terus dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)/Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).   “Waskita Karya sudah sejak lama memberikan bantuan dan pembinaan kepada mitra binaan di berbagai daerah di Indonesia tempat di mana kantor Waskita maupun proyek-proyek Waskita berada,” terang Choliq.   Para mitra binaan Waskita adalah para pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha seperti catering, kerajinan batik, konveksi, perkebunan, pengolahan ikan dan lain-lain.     Sementara dukungan Waskita terhadap upaya pemerintah memperkuat jati diri Indonesia sebagai negara maritim yakni dengan berperan aktif dalam pembangunan proyek-proyek pelabuhan maupun dermaga di seluruh Indonesia.   “Waskita bersama Kementerian BUMN juga turut aktif melakukan pembinaan nelayan melalui program BUMN Hadir untuk Negeri tahun 2016 di Provinsi Bali,” imbuh Choliq.   Lebih lanjut Choliq menuturkan, dalam membangun negeri, perusahaan plat merah berkode emiten WSKT tersebut juga melakukan berbagai langkah untuk mendongkrak daya saing di pasar internasional, seperti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. “Program pengembangan diberikan kepada seluruh pegawai mulai dari level staff hingga Direksi,” kata Choliq.   Program tersebut antara lain Leadership Development Program For Superintendant, Leadership Development Program For Manager, Leadership Development Program For Project Manager, Directorship Program.   “Selain pengembangan juga diberikan program pelatihan sesuai dengan bagian masing-masing,” tambah Choliq.   Choliq tak menampik menemui beragam kendala dalam mewujudkan program Nawa Cita, terutama dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur. “Pembebasan dan ketersediaan lahan, serta keterbatasan anggaran dari pemerintah untuk pembangunan proyek strategis tersebut,” akunya.   Menjawab tantangan tersebut, sejumlah langkah digulirkan Waskita. Dalam hal pembiayaan, Waskita melakukan aksi korporasi seperti penerbitan obligasi, right issue, dan divestasi tol.   “Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut selain digunakan untuk pembiayaan pembangunan proyek, juga digunakan untuk pembebasan lahan,” jelas Choliq.   Menutup pembicaraan, Choliq mengatakan, dalam berkiprah, Waskita menjalankan dua fungsi strategis BUMN secara bersamaan berupa entitas bisnis yang memberikan keuntungan serta agen pembangunan.   “Jadi, pembangunan infrastruktur yang mengalami kendala harus kita carikan solusinya. Walaupun pembangunannya menggunakan fungsi BUMN sebagai agen pembangunan, tetap saja Waskita sebagai entitas bisnis harus memberikan nilai tambah bagi seluruh shareholder-nya. Ini harus jadi acuan. Waskita akan membuktikan dalam tiga tahun periode 2015-2018 mengalami super growth paling tidak dalam aspek total aset, laba bersih serta kapitalisasi pasar,” pungkas Choliq. []