Menteri PPN Buka Smart Indonesia Initiatives Conference

Tangerang, Obsessionnews.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas Republik Indonesia, Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro membuka acara Smart Indonesia Initiatives Conference, Senin, (18/9/2017) pukul 10.30 WIB di Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang. Acara pembukaan juga dihadiri Asisten Deputi Telematika dan Utilitas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Eddy Satriya, serta Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rezeki Peranginangin. Dalam paparannya, Bambang menegaskan bahwa konsep smart city haruslah berujung kepada semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat di kota tersebut. Ia mengingatkan pemerintah kota untuk tidak terjebak dengan kata ‘smart city’, karena Pemerintah Kota sering mengidentikkan kata ‘smart city’ dengan kecanggihan informasi teknologi. Lebih dari itu, kata dia, konsep ‘smart city’ sebenarnya adalah bagaimana mempercepat layanan publik serta meningkatkan produktifitas kota agar kota bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi (smart economy). "Konsep smart city diupayakan agar kota yang kita tinggali menjadi kota yang berkelanjutan dalam hal smart economy, smart human capital, smart governance, smart mobility dan smart living," tuturnya. Bambang mengungkapkan, konsep Smart Economy yang akan diarahkan oleh Pemerintah berdasarkan RPJMN (2015-2019) adalah city branding (produk unggulan, SDM, karakter sosial dan budaya), e-business (mengembangkan peran layanan sistem informasi industri dalam meningkatkan nilai tambah perekonomian kota). "Meningkatkan kemampuan inovasi SDM dalam inovasi dan kewirausahaan dan elektronifikasi (transaksi manual menuju ke transaksi online)," jelasnya. Tidak hanya itu juga menyoroti tentang kesulitan pemerintah daerah dalam mencukupi kebutuhan perumahan bagi warganya karena keterbatasan APBD. Menurutnya, saat ini pemerintah sedang mendorong e-governance, dimana pelayanan publik dibuka seluas mungkin aksesnya agar semua kebutuhan masyarakat kota dapat terpenuhi. Ia menambahkan, salah satu yang harus diupayakan adalah konsep Public Private Partnership (PPP), dimana pihak swasta dan pemerintah daerah berkolaborasi bersama untuk memenuhi kebutuhan warga Kota. "Contohnya, kebutuhan pemukiman bagi warga dilakukan oleh pihak swasta, namun seturut arahan dari pemerintah kota /kabupaten. Hal ini haruslah dijadikan kebiasaan Pemda ke depannya, untuk mencapai smart economy dan smart governance," tuturnya. Pada tahun 2045, 80% penduduk Indonesia diprediksi akan tinggal di perkotaan, oleh karena itu mulai saat ini sudah harus diantisipasi hal-hal yang akan menjadi kebutuhan warga Kota. Misalnya, untuk 20 kota di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang banyak, sudah harus membuat konsep angkutan massal berbasis rel, untuk segera diwujudkan ke depan. Pemerintah sendiri, tegasnya, juga memiliki banyak pekerjaan rumah, diantaranya bagaimana mengintegrasikan semua sistem informasi teknologi yang ada di semua pemerintah kota, bagaimana meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam hal layanan publik serta membuat regulasi yang baik agar dapat mengantisipasi bisnis online yang semakin menjamur, agar semua pelaku berada di level yang sama (the same level of playing field). Smart Indonesia Initiatives Conference akan berlangsung hingga Rabu, 20 September 2017, menghadirkan total 60 pembicara dari dalam dan luar negeri. Salah satunya ada Prof. Toshio Obi Dosen dari Waseda University yang akan menjadi Keynote Speaker pada hari ke-2 konferensi, Selasa 19 September 2017 pukul 10.00 WIB. Tidak ketinggalan, pada hari ini di IFC & REI Mega Expo akan ada Nusantara Parade yang akan mengelilingi area pameran dan menyapa pengujung, serta band performance dari Revol dan accoustic performance oleh WWF Indonesia. Pengunjung cukup registrasi on site di Hall 5 dan tidak dikenakan harga tiket masuk. (Albar)





























